detikhealth

Ada Pergub Baru, Remaja Hamil di Jakarta Masih Bisa Terus Bersekolah

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Rabu, 26/06/2013 17:36 WIB
Halaman 1 dari 2
ilustrasi (Foto: ThinkStock)
Kendari, Hamil sebelum menikah di usia muda membuat impian banyak remaja putri untuk mengenyam pendidikan harus pupus. Tapi dengan adanya Peraturan Gubernur DKI Jakarta yang baru, kini remaja bermasalah termasuk remaja hamil, masih bisa terus melanjutkan pendidikannya di sekolah-sekolah di Jakarta.

"Ada Pergub (Peraturan Gubernur) DKI No 31 tahun 2013 mengenai penyelenggaraan kesehatan reproduksi bagi remaja," jelas Siti Aisyah, Program Officer PKBI (Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia) DKI Jakarta, dalam acara 'Seminar Remaja dalam Rangka Hari Keluarga XX Tingkat Nasional' di Hotel Azahra, Kendari, Rabu (26/6/2013).

Dalam Pergub yang baru disosialisasikan 3 Juni lalu, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, BPMPKB (Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana), LSM, dan orang tua mempunyai andil untuk mengedukasi dan memberikan informasi bagi anak-anak remajanya.

Di Dinas Pendidikan sendiri, lanjut Siti, materi-materi tentang kesehatan seksual dan reproduksi telah dimasukkan ke dalam mata pelajaran dan dianggap sudah menjadi intrakurikuler di sekolah. Siti mengharapkan, peraturan baru ini tidak hanya menjadi peraturan yang tidur atau peraturan sementara seperti peraturan yang dibuat sebelumnya.

PKBI sendiri adalah perintis silabus yang digunakan untuk materi pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi di sekolah-sekolah Jakarta. BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) dan beberapa LSM yang fokus pada masalah reproduksi juga membuat panduan-panduan untuk penyelenggaraan pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah.

Selain menjelaskan tentang kurikulum pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi, Pergub DKI No 31 tahun 2013 juga menyinggung tentang hak-hak mengenyam pendidikan bagi remaja bermasalah, termasuk remaja yang hamil.

"Untuk di Pergub sendiri tidak tertera (bahwa siswa yang hamil boleh melanjutkan sekolah), tapi memang fokusnya agar remaja yang bermasalah bisa menempuh pendidikannya, pokoknya tetap bersekolah. Mungkin remaja yang mengalami KTD (Kehamilan Tidak Diinginkan) bisa dirumahkan dulu, setelah itu boleh sekolah lagi," terang Siti.Next

Halaman 1 2
(mer/vta)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit