detikhealth

Aneh! Dinyatakan Keguguran, Para Ibu Hamil Ini Malah Melahirkan

Erninta Afryani Sinulingga - detikHealth
Jumat, 28/06/2013 09:24 WIB
Aneh! Dinyatakan Keguguran, Para Ibu Hamil Ini Malah MelahirkanFoto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta, Entah keajaiban atau kesalahan medis semata, ibu-ibu ini mengalami pengalaman serupa ketika mengandung. Berikut ini beberapa pengalaman ibu hamil yang didiagnosa keguguran, namun tak lama malah melahirkan bayinya.

Dikutip dari The Sun, Jumat (28/6/2013) penelitian terbaru yang dilakukan Imperial College London menemukan kesalahan yang sering terjadi saat membaca scan ultrasound. Beberapa wanita yang melakukan pemeriksaan biasanya ingin mendapati bahwa bayi mereka sehat, tetapi yang lainnya memiliki ketakutan kalau-kalau mereka keguguran dan harus kehilangan bayi.

Seperti yang dialami oleh Stacey Farmer (30). Wanita yang berasal dari Bestwood, ini sebelumnya didiagnosa mengalami keguguran, tetapi kemudian ia menemukan dirinya telah mengandung bayi 34 minggu dan ia memiliki janin kembar.

"Ketika saya mulai pendarahan saat usia kehamilan 11 minggu, saya diberitahu bahwa kandungan saya telah lenyap," katanya.

Karena keguguran ini, hubungan Stacey dan pasangannya sempat rusak sebab ia selalu kesal sepanjang waktu dan merasa sedih. Tapi beberapa minggu kemudian pasangan ini memutuskan untuk berbaikan, 3 bulan kemudian Stacey kembali mendapati menstruasinya tidak normal.

Ia memutuskan untuk mengambil alat tes kehamilan dan hasilnya positif. "Saya melakukannya 6 kali sebelum saya benar-benar menerima bahwa saya hamil dan tak ingin terlalu berharap. Meski khawatir keguguran lagi, saya senang bisa hamil lagi," katanya.

Saat ia memeriksakan ke dokter, ternyata salah satu dari janin kembarnya saat itu ternyata selamat dan bertahan. Anaknya itu kini diberi nama Thomas dan sudah memiliki adik lagi bernama Molly.

Nah, seperti yang dialami Stacey, Linda Aitchison (45) pun mendapatkan diagnosa serupa. Saat kandungannya berusia 6 minggu ia diberitahu bahwa ia telah keguguran.

Awalnya pada 1 April 1998 ia mendapati dirinya mengandung. Linda dan suaminya sangat bahagia, namun tak lama setelah itu ia mengalami sakit perut hebat dan mengalami perdarahan dan diberitahu bahwa ternyata ia keguguran.

"Mereka menyuruh saya datang kembali dalam 10 hari untuk pemeriksaan. Namun ajaibnya, mereka mengatakan kedua bayi saya masih hidup," ujar Linda.

Karena sempat keguguran, Linda ketakutan akan keguguran lagi tapi siapa yang tahu bahwa janin kembarnya dapat bertahan. "Tetapi setelah 34 minggu akhirnya saya melahirkan Emily dan Melissa secara normal," ucap Linda.

Namun, pada 2011 Neil suaminya mengalami melanoma dan pada Mei lalu Neil meninggal. Namun keadaan ini tak lagi menjadi terlalu berat bagi Linda karena ia sempat merasakan bagaimana rasanya kehilangan, saat didiagnosa keguguran beberapa tahun lalu.

Selain kedua wanita tersebut, Julia pun turut berbagi cerita. Julia Murray (27) mengatakan bahwa ia mengalami perdarahan saat kandungannya berusia 8 minggu.

"Saya pergi ke dokter dengan banjir air mata tetapi ia meyakinkan saya bahwa kandungan saya baik-baik saja. Dua minggu kemudian saya mengalami perdarahan besar-besaran dan Graham suami saya membawa saya ke A&E di Broomfield Hospital di Essex," tuturnya.

Mereka mendapati kabar bahwa Julia mengalami keguguran. Namun ternyata Julia hanya mengalami pecah plasenta, dan ia ternyata salah didiagnosis mengalami keguguran. "Untungnya itu adalah sebuah kesalahan. Sonografer itu bahkan terkejut ketika menemukan detak jantung," lanjut Julia.

Julia memang sempat merasa ngeri bagaimana bisa bayinya dapat bertahan dengan usia 24 minggu dan itu sangan rentan. Akhirnya dengan intuisinya sebagai ibu, Julia berusaha mempertahankan kondisi janinnya semaksimal mungkin.

Tiga minggu kemudian ia merasa sehat dan memutuskan untuk berbelanja. Tetapi, saat ia kembali ke rumah ia mengalami pendarahan dan ibunya menelepon ambulans.

"Ketika sampai di Broomfield mereka menemukan ketuban saya sudah pecah ketika umur 24 minggu tetapi janin saya tetap baik-baik saja," ujarnya.

Saat dirawat ia dihubungkan dengan monitor. Malamnya, ketika perawat ingin mematikan monitor tersebut tetapi ia meminta untuk tetap menyalakannya. Untungnya karena tak dimatikan ia menemukan bahwa detak jantung bayinya perlahan mulai lemah.

"Detak jantung bayiku turun ke tingkat yang berbahaya sehingga dokter memutuskan operasi caesar," tambah Juli.

Dalam usia kehamilan 27 minggu, memang masih sangat awal untuk kelahiran seorang bayi, sehingga ia khawatir. Untunglah si bayi lahir dengan selamat walaupun berat badannya hanya 1,4 kg.

"Kami memanggilnya Alfie dan dia sekarang berusia 14 bulan dan sehat. Alfie adalah sebuah keajaiban. Saya tidak percaya, saya pikir saya akan mengalami keguguran dan sekarang bayi kami lebih dari satu tahun," tutupnya.

Terdapat lebih dari 400 wanita setiap tahunnya mengalami salah diagnosa. Mereka didiagnosa mengalami keguguran setelah mengalami pendarahan, namun ternyata diagnosanya salah.

(vit/vit)


Punya pengalaman menarik seputar diet ? Kirimkan disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit