Konsultasi Kesehatan Bersama
dr. Dito Anurogo

dr. Dito Anurogo, medical doctor at neuroscience department and Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII), Surya University, Indonesia.

Cara Lain Mengatasi Batu Ginjal Tanpa Melalui Operasi

Suherni - detikHealth
Senin, 08/07/2013 17:13 WIB
Halaman 2 dari 4
Klasifikasi
Beberapa tipe batu ginjal:
1. kalsium oksalat, 2. kalsium fosfat, 3. struvite (magnesium ammonium phosphate) disebut pula batu infeksi (10-20%), 4. uric acid (10-12%) dan beragam tipe urat lainnya, 5. cystine (kurang dari 1%), 6. tipe lainnya, seperti: triamterene, indinavir (jarang)

Kebanyakan batu ginjal adalah tipe kalsium (oxalate dan phosphate) yang mencapai 75%, sedangkan yang murni kalsium fosfat hanya sekitar 5%. Referensi lain menyebutkan bahwa 70-80% batu ginjal (kidney stones) berasal dari kalsium oksalat dan/atau kalsium fosfat.

Batu struvite terdiri dari struvite (MgNH4PO46H2O) dan carbonate apatite (Ca10[PO4]6CO3). Matrix batu ini berasal dari beragam produk bakteri misalnya: mukoprotein air seni (urinary mucoproteins).

Potret Klinis
Tanda dan gejala yang dialami oleh penderita batu ginjal amat dipengaruhi oleh multifaktor, misalnya:
1. posisi atau letak batu, 2. ukuran batu, 3. beragam faktor penyulit/komplikasi yang mungkin terjadi

Penderita batu ginjal paling sering merasakan keluhan berikut ini:
1. nyeri pinggang/panggul, terkadang nyeri ini bisa menjalar ke paha. Batu yang menyumbat sebagian organ tubuh seperti ginjal (pelvis renalis, tubulus renalis), ureter (saluran kemih), berpotensi mengakibatkan penderita merasa nyeri punggung. Bahkan, penderita terkadang juga merasakan kolik renalis (nyeri hebat di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang, menjalar ke perut, kemaluan, dan paha bagian dalam), 2. warna air kencing menjadi merah/kemerahan (hematuria), seperti air cucian daging, 3. demam (biasanya bila ada/disertai infeksi saluran kemih), 4. terkadang tanpa gejala apapun. Pada penderita ini, batu seringkali ditemukan pada saat evaluasi/pemeriksaan urin di laboratorium (berupa microscopic/gross hematuria), 5. Pada beberapa kasus batu saluran kemih, penderita dapat mengalami mual dan muntah, perut menggelembung, menggigil, dan mungkin juga sering buang air kecil, terutama saat batu melewati ureter (saluran kemih).

Pemeriksaan Penunjang
Sebelum memastikan diagnosis batu ginjal, dokter akan menyarankan pemeriksaan berikut ini:
1. pemeriksaan laboratorium (analisis urin rutin atau urinalisis, sedimen urin, kultur urin, fungsi/faal ginjal, kadar elektrolit seperti: kalsium, oksalat, fosfat, asam urat), 2. pemeriksaan pencitraan (imaging), seperti: foto polos abdomen (perut), IVP (Intra Venous Pyelography), RPG (Retrograde Pyelography), ultrasound, spiral CT, atau USG (ultrasonografi). Berkonsultasilah ke dokter untuk pemilihan pemeriksaan penunjang yang sesuai, tepat, akurat, dan hemat.

Solusi
Kolik diatasi dengan suntikan (injeksi) spasmolitik, yaitu: atropin 0,5 - 1 mg i.m untuk dewasa. Bila disertai infeksi, maka dokter akan memberikan antibiotik, misalnya: kotrimoksazol 2 x 2 tablet atau amoksisilin 500 mg peroral 3 x sehari untuk dewasa.Next

Halaman 1 2 3 4
(hrn/vta)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit