Studi: Hubungan Jarak Jauh Lebih Baik Bagi Kesehatan Jiwa Lho

Ajeng Annastasia Kinanti - detikHealth
Selasa, 23/07/2013 20:03 WIB
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta, Jika Anda terpisah dalam jarak yang jauh dengan pasangan dan tidak bisa sering bertemu, maka orang di sekeliling Anda akan menganggap hubungan ini tidak bisa dipertahankan. Namun nyatanya studi justru menemukan bahwa hubungan jarak jauh secara geografis lebih intim dan lebih saling mempercayai dibandingkan hubungan berjarak dekat.

Hasil studi yang telah dipublikasikan dalam Journal of Communication ini mengungkapkan bahwa rasa intim dan saling mempercayai ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan mental kedua pasangan. Karena mengurangi rasa curiga dan stres, seperti dilansir Prevention, Selasa (23/7/2013).

Tim peneliti dari University of Hong Kong dan Cornell University mempelajari 63 pasangan heteroseksual yang sebagian besar adalah mahasiswa berusia sekitar 21 tahun. Sekitar setengah dari jumlah tersebut sedang menjalani hubungan jarak jauh, sementara sisanya tinggal berdekatan satu sama lain.

Selama seminggu, mereka diminta untuk mencatat setiap interaksi dengan pasangan mereka sepanjang hari di buku harian online atau melalui media seperti pesan teks, email, video chat, atau pun bertatap muka. Peneliti mengkaji dari sisi lamanya berinteraksi, tingkat pengungkapan pribadi emosi, dan bagaimana masing-masing peserta berpendapat tentang respon pasangan mereka.

Rata-rata para pasangan berjarak dekat memiliki 3,5 interaksi per hari di lebih dari satu media. Sementara pasangan jarak jauh cenderung memiliki lebih sedikit interaksi per hari, sehingga usia hubungan mereka lebih panjang dan lebih bermakna. Mereka menganggap pasangan mereka lebih terbuka dan jujur dibandingkan pasangan berjarak dekat.

Terbukti bahwa pasangan hubungan jarak jauh lebih saling memahami dan peduli dengan pasangan mereka. Selain itu, mereka juga lebih optimis jika membicarakan tentang masa depan. Peningkatan keintiman ini karena masing-masing dari mereka memiliki tingkat komitmen yang tinggi.

"Dengan menjalankan hubungan jarak jauh, Anda tidak akan mendapatkan kesempatan untuk bosan dengan pasangan. Sebab kebosanan merupakan masalah besar dalam hubungan jangka panjang," papar Tina Tessina, PhD, seorang psikoterapis.

Selain itu, kini teknologi dapat mempererat hubungan jarak jauh. Anda tak hanya dapat menggunakan pesan teks, tetapi juga email, saling berkirim foto dan video. Simpanlah juga barang-barang pemberian pasangan dan manfaatkan waktu yang ada untuk dapat mendengar suara satu sama lain.

"Sehatkan hubungan jarak jauh Anda dengan mencoba mengirimkan foto Anda sedang dalam situasi membosankan, misalnya sedang dalam meeting, melalui ponsel. Hal ini tentu bisa membuat Anda dan pasangan tertawa bersama dan makin mendekatkan," tutur Tina.

(vit/vit)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit