detikhealth
Konsultasi Kesehatan Bersama
dr. Dito Anurogo

dr. Dito Anurogo, medical doctor at neuroscience department and Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII), Surya University, Indonesia.

Kuping Makin Berdengung, Benarkah Indikasi Gangguan Pendengaran?

Suherni - detikHealth
Kamis, 15/08/2013 17:21 WIB
Halaman 1 dari 5
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta, Dokter, saya sudah pernah tes telinga 3 tahun lalu dan katanya memang ada masalah pendengaran sedikit. Yang ingin saya tanyakan sekarang kenapa telinga saya jadi semakin sering berdengung dan suka mendengar suara yang berbeda-beda? Apakah itu tandanya semakin parah? Dan tes apa yang harus saya jalankan sekarang? Dan bisa disembuhkan tidak? Terimakasih.

Happy (Perempuan menikah, 44 tahun)
dlia.XXXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 160 cm, berat badan 55 kg

Jawaban

Dear Mrs. Happy,

Terimakasih atas kepercayaannya kepada kami. Telinga sering berdengung atau berdenging di dalam dunia kedokteran disebut: tinnitus. Tinnitus ini banyak sekali sinonimnya, seperti: ear murmur, ear noises, ears ringing in, hearing noises, murmur ear, noise(s) in ears, noises in head, ringing in ears, Ringing-Buzzing-Tinnitus, Tinnitus Aurium, dsb. Untuk lebih memudahkan dan menyederhanakan, maka kami akan menggunakan istilah tinnitus. Secara etimologi, terminologi 'tinnitus' berasal dari kata Latin 'tinnire' yang berarti 'berbunyi, berdering (to ring)' atau 'suatu bunyi dering/nyaring (a ringing).'

Definisi tinnitus yang singkat namun komprehensif adalah sebagai berikut (dikutip sesuai aslinya):
1. Tinnitus is the conscious experience of a sound that originates in the head or neck, and without voluntary origin obvious to that
person. (McFadden, 1982)
2. Tinnitus is an auditory phantom sensation (ringing of the ears) experienced when no external sound is present. [Eggermont JJ dan
Roberts LE, 2004]. Jadi pada intinya, tinnitus adalah telinga berdenging.

Derajat 'keparahan' tinnitus bervariasi, misalnya berupa: 1.berdering nyaring seperti bel (ringing), 2.berdesis (hissing), 3.berdengung (buzzing), 4.bunyi gemuruh, meraung-raung (roaring), 5.meng-klik (clicking), 6.bunyi kasar (rough sounds), di satu atau dua sisi telinga, hingga ke bunyi/suara tak tertahankan yang menyebabkan penderitanya bermaksud atau berniat bunuh diri.Next

Halaman 1 2 3 4 5
(hrn/vit)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit