detikhealth

3.000 Lebih Senyawa Kimia Ditemukan dalam Urine

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Sabtu, 07/09/2013 08:01 WIB
3.000 Lebih Senyawa Kimia Ditemukan dalam UrineIlustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta, Apalah artinya urine. Cairan sedikit bau dan berwarna kekuningan yang dikeluarkan dari tubuh itu hanyalah limbah akhir manusia. Tapi jangan salah, sekelompok peneliti dari Kanada berhasil menemukan bahwa urine manusia mengandung lebih dari 3.000 senyawa kimia, dan jumlah ini masih bisa bertambah.

Setelah menghabiskan waktu selama tujuh tahun, barulah peneliti dapat mendeteksi sedikitnya 3.079 senyawa kimia di dalam urine manusia. 72 Senyawa 'terbuat dari' bakteri, sedangkan 1.453 senyawa berasal dari tubuh manusia sendiri. 2.282 senyawa lainnya berasal dari makanan, obat-obatan, kosmetik atau paparan lingkungan (bahkan beberapa senyawa tergolong ke dalam lebih dari satu kelompok senyawa).

"Urine merupkan biofluid yang luar biasa kompleks. Saking banyaknya kita mungkin takkan pernah mengira ada begitu banyak senyawa yang masuk ke dalam toilet kita," ujar peneliti David Wishart, profesor biologi dan ilmu komputer dari University of Alberta seperti dilansir Livescience, Sabtu (7/9/2013).

Keseluruhan metabolit yang ada di dalam urine manusia tersebut dapat dideteksi dengan menggunakan sebuah teknologi mutakhir, yang kini telah ditempatkan di database online publik yang disebut dengan Urine Metabolome Database. Kata 'metabolome' sendiri merujuk pada koleksi metabolit komplit yang dimiliki database tersebut berupa seluruh produk yang dihasilkan proses metabolisme dalam tubuh, termasuk hormon, vitamin, dan molekul lainnya.

Menurut peneliti, urine sendiri sudah lama menjadi biofluid 'favorit' di kalangan ilmuwan karena steril dan dapat diperoleh dengan mudah dalam jumlah besar. Kendati begitu, kompleksitas senyawa dalam urine membuatnya jadi sulit dipahami.

Sebab sebagai salah satu materi limbah biologi, urine biasanya mengandung produk-produk pecahan metabolik dari berbagai hal mulai dari makanan, minuman, obat-obatan, kontaminan lingkungan, limbah metabolit dari tubuh hingga produk sampingan dari bakteri.

Dibandingkan dengan cairan tubuh lainnya seperti air liur atau cairan cerebrospinal, urine mengandung senyawa 5-10 kali lebih banyak dan menunjukkan keragaman senyawa kimiawi yang lebih besar. Bahkan peneliti mencatat dalam urine manusia terdapat 230 kelas senyawa kimia yang berbeda.

"Padahal sejauh ini kami hanya mengetahui ada 356 kelas senyawa kimia yang ada di dalam keseluruhan metabolome manusia. Dengan kata lain, temuan ini menunjukkan betapa besarnya keragaman senyawa yang ditemukan dalam urine," kata peneliti.

Tak hanya itu, peneliti mengaku menemukan lebih dari 480 senyawa kimia dalam urine yang sebelumnya tidak ditemukan di dalam darah. Hal ini bertentangan dengan gagasan yang selama ini dipercaya para ilmuwan bahwasanya koleksi senyawa kimia di dalam urine merupakan bagian dari senyawa-senyawa yang ada di dalam darah.

Lalu bagaimana urine bisa mengandung senyawa sebanyak itu? "Fakta inilah yang membuatnya jadi unik, tapi ini tampaknya ada hubungannya dengan fakta bahwa ginjal telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam memusatkan metabolit tertentu dari darah (dan memasukkannya ke dalam urine)," simpul peneliti.

Untuk menemukan ribuan senyawa itu, peneliti mengaku menggunakan berbagai teknik, termasuk nuclear magnetic resonance spectroscopy, gas chromatography, mass spectrometry dan liquid chromatography. Kemudian peneliti menganalisis sampel urin dari 22 partisipan sehat dan mempelajari berbagai literatur ilmiah tentang urin manusia selama lebih dari 100 tahun untuk mendukung temuan mereka.

Mengapa temuan ini dirasa penting? Peneliti mengira komposisi kimiawi urin bisa jadi dibutuhkan oleh para dokter, ahli gizi dan pakar lingkungan karena dapat mengungkap berbagai kondisi medis, begitu pula dengan informasi tentang apa saja yang telah dikonsumsi seseorang dan senyawa kimiawi apa saja yang telah memaparinya.

Namun Wishart memperingatkan database ini hanyalah petunjuk awal untuk mengetahui komposisi kimiawi dari urin. "Bisa jadi database komposisi kimiawi urin ini akan dikembangkan menjadi teknik dan instrumen baru untuk mengidentifikasi senyawa lainnya," tutupnya.



(vit/vit)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit