detikhealth

Dapatkan Hadiah Menarik
Program Akhir Tahun
"QUIZ on Article"

Jumat, 19/12/2014 13:37
Berita Pilihan 2014
Jumat, 19/12/2014 12:36
Berita Pilihan 2014

Gigi Renggang, Perlukah Dirapatkan?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jumat, 13/09/2013 16:58 WIB
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Senyum manis bisa kehilangan pesonanya jika saat giginya kelihatan, ada banyak celah yang membuatnya tampak tidak rapi. Ada banyak cara untuk merapatkan gigi yang renggang dan bercelah, namun tidak semua pakar menganggapnya perlu.

Gigi renggang atau disebut diastema merupakan akibat dari perbedaan antara bentuk rahang dengan ukuran gigi. Biasanya didapat oleh seseorang dari ayahnya yang memiliki rahang besar dan ibunya memiliki gigi kecil-kecil.

Bisa juga, gigi renggang disebabkan oleh jaringan labial frenum yang terlalu dekat dengan gigi depan. Jaringan tersebut menghubungkan bibir atas dengan gusi. Dalam kasus seperti ini, operasi minor bisa mengatasi gigi renggang.

Meski bisa diatasi, tidak semua keluhan gigi renggang membutuhkan penanganan khusus. Dr Annabella C Oquendo, pakar kesehatan gigi dari New York University mengatakan pada umumnya kondisi seperti ini tidak terlalu mengganggu kesehatan.

"Alasan utama untuk merapatkan gigi renggang adalah untuk keperluan estetis, sebab kebanyakan diastema tidak menandakan kondisi patologis," kata Dr Oquendo seperti dikutip dari NY Times, Jumat (13/9/2013).

Cara paling sederhana menurut Dr Oquendo adalah dengan perlekatan langsung menggunakan komposit resin. Perlekatan tidak membutuhkan retainer seperti halnya behel, namun Dr Oquendo mengatakan bahwa kelemahan cara ini adalah harus diulang secara periodik.

Behel atau kawat gigi juga bisa dipakai, namun lebih mahal dan butuh waktu lama untuk menampakkan hasilnya. Veneer porselen, semacam lapisan tipis, juga sering digunakan, namun seberapa bagus hasilnya sangat dipengaruhi oleh keterampilan para teknisi di laboratorium.

Apapun cara yang digunakan, Dr Aquendo mengatakan bahwa penyebab gigi renggang yang sesungguhnya harus diatasi terlebih dahulu. Merapatkannya dengan behel misalnya, tidak akan berguna bila pasien tetap memiliki kebiasaan menggeretakkan gigi saat tidur (tooth grinding).

(up/vit)

Cerianya si Kecil saat liburan. Yuk, Abadikan Momen liburan anda bersama si Buah Hati dan menangkan hadiahnya di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit