Konsultasi Kesehatan Bersama
Dr. Andri Wanananda MS

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

Selaput Dara Belum Sobek, Apakah Bisa Hamil?

Senin, 16/09/2013 18:11 WIB
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Dok, saya menikah beberapa bulan yang lalu, tetapi selaput dara saya belum sobek, karena belum ada darah yang keluar. Karena suami merasa penetrasi saya yang lama sehingga saat Mr. P masuk sedikit sudah kurang keras lagi meski bisa bertahan sampai satu jam. Yang mau saya tanyakan:

1. Apa suami termasuk lemah syahwat?
2. Bagaimana caranya agar saya bisa orgasme?
3. Apa saya bisa hamil meski selaput dara belum sobek dan belum orgasme? Terimakasih atas jawabannya.

Naelanael (Wanita Menikah, 28 tahun), t.toXXXX@yahoo.co.id
Tinggi badan 150 cm dan berat badan 43 kg

Jawaban

Belum timbul perdarahan vagina sesudah sekian kali hubungan intim, bisa karena selaput-dara (hymen) elastis. Dapat pula karena penetrasi penis tidak sampai membuat sentuhan yang membuat hymen koyak.

Masih terlampau dini untuk menyatakan suami Anda mengalami Disfungsi Ereksi (DE), karena jangka waktu ereksi sampai satu jam, pertanda Mr P-nya cukup perkasa.

Agaknya, Anda yang perlu dipacu lebih lama gairah seksualnya menjelang penetrasi Mr P ke dalam vagina. Dengan demikian, suami harus aktif melakukan foreplay pada zona-zona erotik tubuh Anda, secara manual atau oral. Setelah gairah seksual Anda menghampiri puncaknya (beberapa saat sebelum orgasme), barulah Anda minta suami melakukan penetrasi Mr P.

Hamil tidak ditentukan oleh robek atau tidak sobeknya selaput dara, terjadi atau tidak terjadinya orgasme. Selaput dara yang elastis, artinya tidak akan pernah sobek setiap hubungan intim, bisa juga terjadi kehamilan. Jelasnya, selaput dara yang normal, terbuka bagian tengahnya, hingga darah haid bisa keluar setiap menstruasi. Juga pada wanita yang tidak pernah mengalami orgasme, bisa pula terjadi kehamilan, selama sel jantan (spermatozoa) bisa 'berjumpa' dengan sel betina (ovum) dalam rahim.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(mer/vta)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit