detikhealth

Dapatkan Hadiah Menarik
Program Akhir Tahun
"QUIZ on Article"

Senin, 22/12/2014 13:16
100 Konsultasi Terpopuler

Mengapa Atlet yang Bergaya Hidup Sehat Masih Bisa Kena Serangan Jantung?

Vela Andapita - detikHealth
Selasa, 24/09/2013 15:31 WIB
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta, Malas olahraga adalah gaya hidup tidak sehat yang bisa mendekatkan seseorang pada penyakit. Namun demikian atlet yang sering berolahraga dan menjaga pola makannya tidak bisa luput dari serangan jantung. Mengapa demikian?

Menurut dr Dicky Hanafi, SpJP, koordinator cathlab Bunda Heart Center, hal ini bukanlah suatu hal yang mengejutkan.
Ia mengatakan, otot jantung sama seperti otot pada lengan ataupun kaki yang akan membesar jika sering dilatih dan digerakkan. Nah, jika aktivitas gerakan terlalu berlebihan, otot jantung akan menebal sehingga membuatnya menjadi lebih kaku.

"Peristiwa ini disebut kardiomiopati hipertrofik dalam istilah medis. Tentu ini tidak terjadi begitu saja. Penyebabnya pun beragam, salah satunya adalah faktor genetik. Pada banyak kasus atlet yang mengalami serangan jantung, penyebabnya adalah otot jantung yang tebal yang diturunkan secara genetik," papar dr Dicky.

Hal ini ia ungkapkan di seminar tentang serangan jantung pada Heart Festival di Multifunction Hall Plaza Indonesia, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (24/9/2013).

dr Dicky pun menyarankan untuk melakukan olahraga secara rutin demi menjaga kesehatan tubuh, terutama jantung. Namun harus selalu diingatkan kegiatan yang terlalu ekstrem dan berlebihan akan menjadi bumerang dan justru berakibat buruk bagi kesehatan tubuh.

Nah, apabila sudah muncul gejala sakit jantung, jangan segan untuk cek ke dokter. Penanganan sejak dini tentu akan lebih baik bagi pasien. Gejala yang dimaksud antara lain rasa sakit di beberapa bagian tubuh, khususnya di bagian dada, yang kemudian menjalar hingga leher, lengan, ulu hati, bahkan punggung. Gejala ini biasa terjadi dengan disertai keringat dingin, sesak napas, dan irama degup jantung yang lebih cepat.

"Dari gejala ini, tidak akan mereda dengan beristirahat, dan akan bertambah parah dengan tetap beraktivitas. Satu-satunya jalan adalah langsung ke rumah sakit, untuk segera ditindak secara medis," terang dr Dicky.

(vit/mer)

Cerianya si Kecil saat liburan. Yuk, Abadikan Momen liburan anda bersama si Buah Hati dan menangkan hadiahnya di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit