detikhealth

Cacing di Tubuh Manusia

Gatal di Pantat Karena Infeksi Cacing Kremi, Bolehkah Digaruk?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 25/09/2013 18:27 WIB
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta, Seseorang yang tubuhnya terinfeksi cacing kremi biasanya ditunjukkan dengan gejala gatal-gatal di daerah dubur atau pantat. Jika sudah begitu, bolehkah menggaruk pantat?

Cacing kremi dapat menyebabkan infeksi usus, dengan ciri-ciri fisik berwarna putih, panjangnya sekitar setengah inci dan sangat tipis seukuran benang. Telur cacing kremi dapat menetas dalam usus kecil dan pindah ke usus besar bayi. Cacing betina dewasa, keluar dari usus pada malam hari untuk bertelur di luar anus.

"Memang cacing kremi betina itu unik, dia meletakkan telurnya di luar usus yaitu di daerah dubur makanya kadang suka gatal di dubur. Ya coba lihat pakai senter, kalau ada seperti parutan kelapa ya itu cacing kremi," Prof. dr. Supargiyono, DTM&H., SU., Sp.Par(K), Kepala Bagian Parasitologi FK UGM, saat berbincang dengan detikHealth, seperti ditulis pada Rabu (25/9/2013).

Anda bahkan dapat melihat cacing kremi tersebut di sekitar dubur, celana dalam, atau kotoran anak. Anak dapat terkena cacing kremi jika bermain di tempat yang kotor, di mana telur cacing kremi dapat menempel di bawah kuku anak dan bertahan hingga 2 minggu. Kemudian, telur tersebut dapat tertelan dan masuk ke dalam usus anak.

"Untuk mengatasi gatalnya ya harus dihilangkan dong cacing kreminya, bisa dengan periksa tinja kalau memang ada cacing kremi kita obati. Atau pemeriksaan lain itu ada semacam selotip yang ditempel di daerah dubur, lalu ditempelkan di gelas, akan kelihatan itu ada kreminya atau nggak," tutur Prof Supargiyono.

Kalau terpaksa digaruk, lanjut Prof Supargiyono, ya harus segera cuci tangan pakai sabun antiseptik untuk membunuh bakterinya. Tapi Prof Supargiyono berpesan sebaiknya jangan digaruk meskipun kadang tidak tahan dengan rasa gatalnya.

Selain karena bisa menempel di benda lain dan menulari orang lain, menggaruk dubur yang gatal bisa mengakibatkan infeksi, bahkan radang pada dubur.

"Dan kalau sudah begitu akan dikasih antibiotik salep. Atau perih, luka, bisa saja terjadi," ujarnya.

Anak yang terinfeksi cacing kremi akan merasa gatal di bagian anus ketika malam hari, yaitu saat cacing betina bertelur. Jika anak Anda mengalami gejala tersebut, segera periksakan ke dokter yang biasanya akan diresepkan dosis tunggal anti-parasit dan dosis kedua setelah 2 minggu.

Anda juga perlu mengambil pengobatan cacing kremi untuk seluruh keluarga karena juga dapat menginfeksi orang dewasa. Rendamlah pakaian anak yang telah terinfeksi cacing kremi dengan air panas sebelum mencucinya. Cuci semua selimut, sprei, boneka, dan handuk anak sesering mungkin setidaknya 3 minggu sekali.

(mer/vit)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit