detikhealth

Kontroversi 'Bunuh Pelan-pelan'

POGI Tegaskan Tak Ada Mogok Kerja Terkait Kriminalisasi Dokter

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Minggu, 17/11/2013 13:03 WIB
Broadcast tentang Menkes 'bunuh pelan-pelan' (dok: Twitter)
Jakarta, Komentar Menteri Kesehatan tentang dokter mogok beberapa bulan lalu dikait-kaitkan lagi dengan kriminalisasi dokter kandungan di Manado. Perkumpulan dokter kandungan menegaskan, tidak ada rencana mogok kerja terkait kasus tersebut.

"Kalau dikatakan mogok 100 persen, kita tidak akan mogok, kita tetap melayani pasien emergency. Kita tetap dokter, ada tugas kemanusiaan yang tidak boleh ditinggalkan," kata Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Dr Nurdadi Saleh, SpOG, saat dihubungi detikHealth, Minggu (17/11/2013).

Diakui oleh Dr Nurdadi, POGI akan menggelar Aksi Keprihatinan pada Senin (18/11/2013) di Manado. Dalam aksi yang diisi dengan kegiatan long march membawa spanduk itu, Dr Nurdadi juga akan hadir memberikan dukungan. Namun begitu, tidak ada istilah 'mogok kerja' dalam aksi tersebut.

Aksi keprihatinan tersebut digelar dalam rangka menyikapi penangkapan dr Dewa Ayu Sasiary Prawan, SpOG atas tuduhan malpraktik. Sebelumnya, dr Ayu telah diputus bebas murni di Pengadilan Negeri Manado, namun kemudian dinyatakan bersalah dalam kasasi di Mahkamah Agung.

"Kalau hari ini dokter dipenjara karena tidak bisa mencegah kematian, padahal pasien sudah dalam kondisi yang tidak bisa dicegah, bukan mustahil suatu saat dokter akan dipenjara karena tidak bisa menghidupkan orang yang sudah meninggal," sindir Dr Nurdadi.

Soal kontroversi pernyataan Menteri Kesehatan yang akan 'bunuh pelan-pelan' dokter yang mogok kerja, Dr Nurdadi kembali menegaskan POGI tidak merencanakan mogok kerja. Ia mengimbau sejawatnya para dokter untuk lebih bijak menyikapi situasi 'panas' ini.

"Pertama, kita tidak mendengar sendiri Bu Menteri berkata seperti itu, jadi kita tidak mau mengomentari. Yang kedua, kami tidak melakukan mogok kerja," kata Dr Nurdadi.

Menkes sendiri saat dikonfirmasi membantah bahwa komentar yang disampaikannya dalam Urun Rembug Ikatan Dokter Indonesia bulan Agustus 2013 lalu itu berhubungan dengan kasus Manado. Ia mengaku kerap melontarkan penyataan serupa, namun selalu dalam konteks bercanda.

"Itu sembarangan saja. Bohong, bahwa pernyataan saya itu khusus untuk yang di Manado," tegas Menkes Nafsiah Mboi.


(up/vit)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit