detikhealth

Kontroversi Malpraktik

IDI Tegaskan Tak Dukung Rencana Mogok Dokter Terkait Kasus dr Ayu

Ajeng Annastasia Kinanti - detikHealth
Senin, 18/11/2013 15:16 WIB
Doa Keprihatinan IDI (Foto: Ajeng / detikHealth)
Jakarta, Ramainya isu mengenai akan adanya aksi mogok kerja para dokter terkait kriminalisasi dr Ayu di Manado tak hanya dibantah oleh Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), tetapi juga secara tegas tak didukung oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Ditemui detikHealth dalam acara diskusi bulanan bertema 'Menguak Kriminalisasi Dokter Indonesia', yang diselenggarakan di Kantor PB IDI, Jl G.S.S.Y Ratulangie, Jakarta, Senin (18/11/2013), Ketua Umum IDI, Dr Zaenal Abidin, MH, menyatakan bahwa aksi mogok selama tiga hari ini kurang adil. Mengapa demikian?

"Aksi mogok tersebut akan melibatkan orang lain yang tidak bersalah. Dalam perang saja tidak boleh korbankan orang sipil, apalagi kita sebagai dokter. Aksi ini akan menurunkan pelayanan dan berdampak pada pasien yang butuh pengobatan dokter," terang Dr Zaenal.

Dr Zaenal juga menyerukan kepada IDI Cabang untuk melakukan dukungan dan kegiatan terkait kasus dugaan malpraktik secara terukur. Dan yang paling penting tidak merugikan masyarakat lain yang masih membutuhkan tenaga dokter.

"Meskipun mau beri dukungan, tetap harus memberi pelayanan. Kalau kita mogok, siapa yang akan merawat mereka (masyarakat -red-)? Alhamdulillah teman-teman di daerah memahami dan akan melakukan aksi sesuai etika kedokteran," tutur Dr Zaenal.

Namun Dr Zaenal menyebutkan belum ada sanksi tertentu yang bisa diberikan pada dokter yang mungkin nanti akan melakukan aksi mogok.

Sebelumnya, Ketua Umum POGI Dr Nurdadi Saleh, SpOG menegaskan bahwa yang dilakukan para dokter kandungan di Manado adalah aksi keprihatinan. Di antaranya melalui long march dengan membawa spanduk. Ia menjamin, pasien emergency tetap akan mendapat pelayanan.

"Kalau dikatakan mogok 100 persen, kita tidak akan mogok, kita tetap melayani pasien emergency. Kita tetap dokter, ada tugas kemanusiaan yang tidak boleh ditinggalkan," kata Dr Nurdadi seperti diberitakan detikHealth sebelumnya.


(ajg/vta)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit