detikhealth

Kontroversi Malpraktik

Prihatin dr Ayu, Praktik Dokter Kandungan Sulut dan Gorontalo Tutup 3 Hari

Nurvita Indarini - detikHealth
Senin, 18/11/2013 16:32 WIB
Jakarta, Pamflet dan selebaran yang menyebut penutupan praktik dokter kandungan di Sulawesi Utara dan Gorontalo selama tiga hari disebar ke masyarakat. Aksi ini merupakan wujud keprihatinan atas kasus penangkapan dr Dewa Ayu Sasiary Prawan, SpOG yang dituding melakukan malpraktik.

"Tadi pagi sambil berdemo ke DPRD dan kantor gubernur, kami menyebar pamflet dan selebaran yang menyatakan dokter spesialis kebidanan dan kandungan tutup praktik pribadi selama tiga hari terhitung sejak hari ini, Senin 18 November," ucap Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Sulut, Dr.dr.Taufiq Pasiak, M.Kes., M.Pd, saat dihubungi detikHealth, Senin (18/11/2013).

"Kita prihatin terhadap pemidanaan rekan kita, dr Ayu. Yang tutup yang praktik pribadi lho ya. Klinik juga kalau milik pribadi tutup. Sementara yang di RS tetap bekerja seperti biasa, karena masyarakat harus kita tolong," imbuh pria yang juga Sekretaris Bidang Kepemimpinan dan Pelatihan PB IDI ini.

Dian menjelaskan aksi ini tidak bermaksud untuk melawan keputusan hukum. Sebab saat ini telah diupayakan peninjauan kembali (PK) terhadap kasus tersebut di Mahkamah Agung (MA). Akan tetapi aksi ini merupakan kepedulian teman sejawat, sebab dr Taufik menilai tidak ada kesalahan yang sengaja dilakukan dr Atu sehingga menimbulkan hilangnya nyawa pasien.

"Ini peristiwa terjadi saat dr Ayu sedang menolong orang. Kematian merupakan risiko medis, dan kita sebagai dokter tentu tidak bisa menghidupkan yang sudah mati. Yang terpenting adalah dr Ayu sudah mengambil tindakan maksimal untuk menyelamatkan nyawa pasien. Ini berbeda dengan kasus malpraktik yang mana melakukan sesuatu tidak sesuai prosedur," tutur dr Taufik.

Menurutnya, yang dilakukan dr Ayu sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Pertolongan medis sudah dilakukan namun pasien mengalami keracunan emboli. Sementara masalah dengan emboli ini susah diduga, sehingga menurutnya tidak adil jika kemudian dr Ayu dipidanakan.

"Kalau terjadi pemidanaan yang seperti ini, nanti dokter-dokter jadi pada takut menolong. Mereka nanti bertahan tidak melakukan tindakan karena takut jika nanti pasiennya meninggal, mereka nanti bisa masuk penjara. Kalau seperti ini kan kasihan masyarakat juga. Untuk itu kita mohon agar dr Ayu dikeluarkan dari tahanan dan menjadi tahanan luar atau tahanan kota, serta boleh berpraktik dengan pengawasan," harap dr Taufik.

Seperti diberitakan detikHealth sebelumnya, dr Dewa Ayu Sasiary Prawan ditangkap di Balikpapan lalu ditahan dengan tuduhan malpraktik. Sebelumnya, oleh Pengadilan Negeri (PN) Manado, dr Ayu diputus bebas murni. Namun dalam kasasi di Mahkamah Agung, ia dinyatakan bersalah.


(vit/up)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit