detikhealth

Kontroversi Malpraktik

Kasus dr Ayu Dikhawatirkan Bikin Para Dokter Takut Operasi

Ajeng Annastasia Kinanti - detikHealth
Senin, 18/11/2013 17:02 WIB
Jakarta, Bergulirnya kasus dugaan malpraktik yang melibatkan dr Dewa Ayu Sasiary Prawan (38) dikhawatirkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) akan mengganggu kinerja para dokter di Indonesia di masa depan. Bukan tidak mungkin, para dokter bahkan enggan untuk melakukan tindakan medis seperti operasi.

"Dampaknya tidak hanya reputasi, eksistensi, dan privasi para dokter yang terganggu tapi nyali, mental, semangat juga terganggu. Mereka jadi takut dan nanti pelayanan akan menurun. Masyarakat jadi korban," ujar Dr H.N Nazar, SpB(K)-Trauma, FINACS, MHKes, Ketua Biro Hukum Pembinaan dan Pembelaan Anggota (BHP2A) IDI.

Hal tersebut ia sampaikan dalam acara diskusi bulanan bertema 'Menguak Kriminalisasi Dokter Indonesia', yang diselenggarakan di Kantor PB IDI, Jl G.S.S.Y Ratulangie, Jakarta, Senin (18/11/2013).

Menurut Dr Nazar, pemahaman penyidik, penuntut umum dan hakim terhadap pekerjaan dokter dalam melakukan teknis medik sangat minim dan subjektif. "Salah satu penyebab kriminalisasi adalah sedikitnya pengetahuan medis mereka. Di situlah mulainya terdzalimi sejawat-sejawat kami," ucap Dr Nazar.

Selain itu, menurutnya penerapan UU Kesehatan dan UU Praktik Kedokteran juga belum menjadi dasar hukum utama dalam mengadili pelanggaran yang dilakukan dokter sehubungan pekerjaannya. Selama ini UU Pidana masih menjadi acuan utama.

"Saya tidak mau mendiskriminasi mereka yang bekerja di hukum, tapi memang ini yang terjadi," terang Dr Nazar.

Sementara itu, ditemui detikHealth dalam acara yang sama, Ketua Umum IDI, Dr Zaenal Abidin, MH, menyatakan hal serupa. Baginya, antisipasi IDI dalam kasus dr Ayu ini adalah kemenangan di Peninjauan Kembali (PK).

"Nanti kalau ada dokter yang melayani pasiennya tapi kemudian tidak sembuh atau kemudian meninggal, maka dokter yang bersangkutan bisa juga dijerat dengan pidana. Itu yang kami takutkan," terang Dr Zaenal.

Baginya bukan tidak mungkin jika nanti dr Ayu akan tetap dipidana, maka malapetaka akan terjadi. Tak hanya akan merugikan para dokter, tetapi juga masyarakat umum secara luas. "Mereka tidak akan mendapatkan pelayanan kedokteran dengan baik, terutama pada kasus-kasus seperti demikian. Tidak ada orang (dokter -red-) yang berani, mau operasi enggak berani. Kasus emergensi itu persentasi kegagalannya lebih besar dibandingkan tindakan lain," tutur Dr Zaenal.


(ajg/vit)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit