detikhealth

Telat Menstruasi Tapi Tidak Hamil, Apa yang Terjadi?

Nurvita Indarini - detikHealth
Rabu, 20/11/2013 07:04 WIB
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Bagi seorang perempuan yang sudah menikah, terlambat menstruasi bisa berarti kabar gembira. Sebab terlambat datang bulan bisa ditengarai sebagai keberhasilan pembuahan, yang artinya di dalam rahim Anda sebentar lagi akan berkembang janin. Tapi terjadi pula situasi di mana menstruasi sudah datang terlambat namun alat tes kehamilan tetap menunjuk tanda negatif.

Dikutip dari WebMD, Rabu (20/11/2013), istilah medis untuk menggambarkan kondisi keterlambatan datang bulan adalah amenorrhea. Normalnya, perempuan tidak akan mengalami menstruasi pada saat belum memasuki pubertas, selama kehamilan, dan saat menopause. Jika seorang perempuan tidak mendapatkan menstruasi, padahal seharusnya dia masih dalam masa mendapat menstruasi normal, bisa jadi itu merupakan gejala kondisi medis yang membutuhkan penanganan.

Amenorrhea ada dua jenis yakni amenorrhea primer dan amenorrhea sekunder. Amenorrhea primer terjadi jika seorang perempuan muda tidak kunjung mendapat menstruasi pertama hingga usia 16 tahun. Sedangkan amenorrhea sekunder terjadi manakala seorang perempuan yang memiliki siklus menstruasi normal kemudian tidak mendapat tamu bulanannya selama tiga bulan atau lebih.

Amenorrhea bisa disebabkan oleh sejumlah perubahan pada organ, kelenjar, dan hormon yang terkait dengan menstruasi. Kemungkinan penyebab amenorrhea primer antara lain:

1. Kegagalan ovarium
2. Permasalahan dalam sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) atau kelenjar pituitari (kelenjar di otak yang membuat hormon yang terkait dengan menstruasi)
3. Bentuk organ reproduksi yang tidak baik
4. Namun dalam banyak kasus, penyebab amenorrhea primer tidak diketahui.

Penyebab perempuan yang sudah memiliki siklus menstruasi, namun kemudian tidak mendapatkan mestruasi, bisa dikarenakan:

1. Kehamilan
2. Menyusui
3. Menopause
4. Karena alat KB tertentu

Sedangkan penyebab amenorrhea sekunder antara lain:

1. Stres
2. Kurang nutrisi
3. Konsumsi obat-obatan tertentu
4. Depresi
5. Kehilangan berat badan yang ekstrem
6. Olahraga berlebihan
7. Sedang menderita penyakit
8. Obesitas ataupun mengalami pertambahan berat badan yang tiba-tiba
9. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
10. Gangguan jaringan tiroid
11. Tumor di ovarium atau otak.


(vit/up)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit