detikhealth

Kontroversi Malpraktik

Dokter di Purbalingga Gelar Aksi Solidaritas Dukung dr Ayu Dibebaskan

Arbi Anugrah - detikHealth
Rabu, 20/11/2013 14:58 WIB
Dokter di Purbalingga Gelar Aksi Solidaritas Dukung dr Ayu Dibebaskan
Purbalingga, Sebanyak 120 dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Purbalingga, Jawa Tengah menggelar aksi solidaritas di alun-alun Kota Purbalingga sebagai bentuk keprihatinan terhadap kasus dr Dewa Ayu Sasiari Prawani yang diduga melakukan malpraktek hingga mendekam di dalam penjara di Manado.

Aksi keprihatinan ini dilakukan dokter-dokter di Purbalingga dengan membentangkan spanduk putih bertuliskan "Aksi Solidaritas IDI Cabang Purbalingga, Dukung Sejawat Dr. Ayu Sp. OG", "Stop Krimiminalisasi Dokter, Dokter Bukan Tuhan".

Dalam aksinya mereka juga memakai pita hitam di lengan kanan selama tiga hari sejak Selasa (19/11/2013) kemarin sebagai ungkapan rasa duka mendalam atas kejadian tersebut. Selain memakai pita hitam, para dokter di Purbalingga juga membawa setangkai bunga mawar sebagai simbol kasih sayang. Natinya bunga mawar ini akan diberikan pada para pengendara kendaraan bermotor yang melintasi alun-alun Purbalingga.

"Aksi keprihatinan serentak seluruh indonesia. Ini sifatnya himbauan dan mengikat juga, dokter-dokter dituntut untuk bersatu, karena adanya kasus dokter Ayu dan dua dokter lain yang ditahan, itu merupakan hal buruk kedepannya di dunia kesehatan dimana seorang dokter melayani masyarakatnya pemerintah tapi dokter tidak mendapatkan perlindungan hukum yang memadai," kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Purbalingga, dr Wahyudi, Rabu (20/11/2013).

Menurutnya, selama ini orang selalu berfikir jika tindakan dokter yang salah merupakan mal praktek terus tapi mereka tidak pernah berfikir resiko sebuah tindakan.

"Jadi nanti mereka perlu tahu adanya resiko sebuah tindakan dan mal praktek itu adalah berbeda," jelasnya.

Dia menjelaskan, kegiatan ini merupakan imbauan IDI pusat yang meminta agar seluruh dokter diminta untuk berdoa selama satu jam untuk seluruh masyarakat, seluruh pasien dan juga seluruh dokter agar dunia kesehatan kondusif.

"Mau tidak mau kegiatan seperti ini pasti akan menganggu kegiatan di Rumah Sakit. Itu libur satu jam saja sudah langsung koleps. tapi dari sisi itu secara tidak langsung dapat menunjukkan kepada pemerintah khususnya. Fungsi dokter ya di situ, kalau mereka tidak terlindungi dengan baik saat hukum menjerat mereka," ujarnya.

Dia mengungkapkan, Undang-Undang praktek kedokteran pasal 76 tahun 2009 itu sangat tidak pas dengan profesi dokter, karena jika ada kejadian seperti ini yang kena hanya dokternya saja. Jika bisa kedepan pemerintah mengeluarkan undang-undang yang kajiannya harus lengkap jadi bukan hanya sebuah produk dewan.

"Dokter melayani masyarakatnya pemerintah, kemudian dokter juga tidak mendapatkan tunjangan resiko profesi, kalau ada apa-apa itu tanggung jawab sendiri, padahal mereka ibaratnya bekerja pada pemerintah. Jika bisa pemerintah coba mengkaji ulang agar perundangan yang ada bisa di koreksi lebih baik, karena nantinya efeknya berat sekali, dokter tidak bisa bekerja dengan tenang, kepercayaan masyarakat otomatis akan turun dan masyarakat akan berbondong-bondong berobat keluar negeri karena politik proteksi kita tidak jalan" ungkapnya.



Demo dokter di Purbalingga (dok: Arbi / detikHealth)
(up/vit)


Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close