detikhealth

Dapatkan Hadiah Menarik
Program Akhir Tahun
"QUIZ on Article"

Seperti Apakah Penis yang Normal?

Nurvita Indarini - detikHealth
Rabu, 20/11/2013 19:01 WIB
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta, Beberapa pria, khususnya yang belum menikah, bertanya-tanya apakah penis yang dimilikinya termasuk dalam kategori normal atau tidak. Terkadang beberapa dari mereka tidak percaya diri dengan penisnya yang dirasa kebesaran atau kekecilan. Sebenarnya, seperti apakah penis yang normal?

Dari sisi medis, penis yang normal adalah penis yang sehat, yakni yang tidak terkena penyakit seperti misalnya kutil kelamin. Sebagaimana wajah manusia di mana tidak ada yang seragam, begitu pula halnya dengan penis, kondisinya berbeda-beda. Warnanya berbeda, ukurannya pun berbeda antara laki-laki yang satu dengan yang lain.

Karena berada di tempat yang tertutup, masing-masing pria tentu kesulitan untuk membandingkan penisnya dengan penis teman-temannya. Sehingga 'kenormalan' penis kerap mengacu pada film-film maupun gambar bermuatan pornografi yang dilihatnya. Sayangnya apa yang disajikan dalam foto dan gambar tersebut tidak mencerminkan dunia nyata.

Dikutip dari Body and Soul, Rabu (20/11/2013), tidak ada patokan angka tertentu untuk ukuran penis. Demikian pula dengan bentuk dan warnanya, karena tidak ada yang tampak sama. Bahkan terkadang ada nuansa warna pada batang dan kepala penis. Selain itu ujung penis dan uretra yang dimiliki masing-masing pria pun bervariasi.

Beberapa penis dapat memiliki pembuluh darah menonjol, sementara yang lain tidak sama sekali. Ada penis yang disunat dan yang tidak disunat, sehingga terkait hal ini, bentuk penis sudah pasti berbeda. Semua ini menunjukkan bahwa setiap penis berbeda.

Terkait panjang penis, menurut studi pada 1.661 orang yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine pada 2013, rata-rata penis yang ereksi berukuran 14 cm. Akan tetapi, sangat jelas ada keberagaman, di mana ditemukan pula pria yang memiliki panjang ereksi antara 4 cm hingga 26 cm.

Menurut seksolog dr Andri Wanananda MS, penis tidak berlapiskan otot sebagaimana pangkal lengan atau paha yang bisa dilatih untuk dibesarkan di pusat kebugaran. Selain itu yang paling penting sebenarnya bukan besar atau kecilnya penis, melainkan keras dan tegangnya saat mengalami rangsangan seksual.

Apalagi panjang vagina rata-rata adalah 4 inchi dan saraf-saraf yang menimbulkan rasa menyenangkan terletak di sepertiga luar vagina. Ujung saraf terbanyak, yakni sebanyak 8.000, tidak berada di dalam vagina melainkan di klitoris. Selain itu beberapa perempuan melaporkan penis yang terlalu besar kadang menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan menimbulkan rasa sakit.

Selain ukuran, hal yang dikeluhkan beberapa pria adalah penisnya yang tidak lurus alias bengkok. Jika bengkoknya sangat kentara hingga menyerupai pisang atau gagang payung, biasanya dipicu oleh peyronie's disease. Hingga batas tertentu gangguan ini tidak berbahaya, tetapi kalau sudah ekstrem bisa memicu rasa nyeri yang sangat mengganggu.

Penyebab paling umum penis bengkok adalah bekas luka yang membentuk jaringan keras di salah satu sisi dan menghambat pertumbuhan di sisi tersebut. Operasi sering jadi pilihan untuk mengatasinya, namun belakangan bisa juga diatasi dengan menyuntikkan senyawa tertentu.

(vit/up)

Cerianya si Kecil saat liburan. Yuk, Abadikan Momen liburan anda bersama si Buah Hati dan menangkan hadiahnya di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit