detikhealth

Mengidap Penyakit Langka, Wanita ini Mengacak-acak Kulit Sendiri

Ratna Wulandari - detikHealth
Jumat, 06/12/2013 13:29 WIB
Halaman 2 dari 2
Sophie akhirnya mengaku pada ibunya dan didiagnosis dengan gangguan di usia 19. Tapi itu terlalu terlambat untuk menghentikan jaringan parut yang berarti dia dipaksa untuk memoles dirinya dengan make-up sebelum meninggalkan rumah.

"Aku menghabiskan banyak uang untuk produk dan siapa yang tahu berapa banyak kaus kaki panjang, sepatu bot tinggi lutut, dan celana ketat. Kemudian seluruh proses menutup-nutupi itu sendiri memakan waktu setidaknya 90 menit. Ini menyebalkan. Aku tidak bisa meninggalkan rumah saya mengenakan gaun lucu memamerkan kaki saya untuk semua untuk melihat. Aku harus merencanakan semuanya,” papar sophie.

Kemudian dia mengungkapkan bekas lukanya kepada dunia melalui proyek fotografi intim yang ditunjukkan dalam sebuah pameran di New York City School of Visual Arts pada bulan September.

"Saya ingin lebih banyak orang menyadari dermatillomania dan trikotilomania dan bagaimana hal itu dapat menyerang siapa saja.

Saya merasa seperti saya harus mewakili semua orang yang berada di posisi saya dan terlalu tidak nyaman untuk mempublikasikan gangguan mereka, tambahnya.

Ia mengatakan bahwa beberapa orang akan menghindari melihat gambar karena mereka tidak nyaman, tapi itu tidak mengganggu saya karena itulah kehidupan. Sophie terus meningkatkan kesadaran tentang gangguan dan membintangi Trichster dokumenter. Film, yang mengikuti langsung dari delapan penderita trikotilomania, akan dirilis pada musim semi 2014.

"Saya berharap bahwa melalui pekerjaan saya, kita akan mendapatkan pengetahuan yang lebih mengenai gangguan ini,” ungkapnya.

Seorang juru bicara untuk trikotilomania Learning Centre, sebuah badan amal yang mendukung orang yang menderita dermatillomania dan gangguan tubuh mengatakan merusakn kulit dapat terjadi ketika pengalaman seseorang perasaan seperti kecemasan, ketakutan, kegembiraan atau kebosanan. Beberapa orang melaporkan bahwa tindakan berulang-ulang dan itu menyenangkan.

Mengetahui apakah merusak kulit adalah masalah independen atau merupakan gejala dari gangguan lain merupakan langkah pertama yang penting untuk mendapat pengobatan yang tepat.

Halaman 1 2
(up/up)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit