Greenpeace Sebut Ada Bahan Kimia Berbahaya di Pakaian Anak-Anak

Ratna Wulandari - detikHealth
Kamis, 16/01/2014 10:03 WIB
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Hamburg, Greenpeace, lembaga swadaya masyarakat dan organisasi lingkungan hidup, menemukan beragam zat kimia beracun pada pakaian anak-anak yang diproduksi oleh merek-merek besar dan terkenal. Meski tidak berisiko langsung terhadap kesehatan, zat kimia itu tetap berbahaya saat dilepas ke alam.

Greenpeace menemukan bahwa terdapat bahan kimia berbahaya yang ditemukan pada 82 produk pakaian anak, menyusul pengetesan pada pakaian dan sepatu anak-anak yang dibuat oleh 12 negara yang memproduksi merek mode ternama dunia tersebut. China merupakan produsen yang terbanyak.

"Tes dijalani seiring kampanye Detox dari Greenpeace dan terhadap produk-produk yang dijual oleh beberapa merek baju ternama. Setiap merek yang diuji coba ditemukan memiliki produk yang mengandung bahan kimia berbahaya," kata Greenpeace, seperti dikutip Asia One, Rabu (15/1/2014).

Lebih lanjut Greenpeace menemukan terdapat nonylphenol ethoxylates (NPEs) dalam baju anak, yang dapat terpecah apabila dilepaskan ke alam untuk kemudian membentuk zat kimia yang bisa merusak hormon, begitu juga dengan asam perfluoroctane (PFOA) yang dapat menyebabkan kanker.

Selain itu, pada sebagian produk yang dites, jejak-jejak ester dari asam phthalic juga ditemukan, yang dapat mengganggu kesuburan atau janin dalam kandungan. Tentu saja hal tersebut dapat berbahaya bagi kesehatan dan masa depan anak.

"Bahan kimia berbahaya tersebut dapat ditemukan pada semua merek mulai dari desain-desain mewah yang eksklusif hingga mode mahal," ujar pakar kimia Greenpeace, Manfred Santen, dalam sebuah konferensi pers di Hamburg.

Lebih lanjut Manfred mencatat bahwa tidak adanya perbedaan dalam level bahan kimia yang ditemukan pada pakaian anak-anak dengan pakaian dewasa, ia juga mengatakan bahwa anak-anak sangat rentan terhadap beragam dampak bahan kimia. Zat kimia beracun itu memang tidak berisiko secara langsung terhadap kesehatan anak, namun dapat mempengaruhi reproduksi manusia, sistem hormon dan imunitas begitu dilepaskan ke alam.

Di bawah kampanye Detox, Greenpeace telah membentuk sebuah aliansi dengan 18 merek mode pakaian terkenal. Greenpeace menyerukan agar produsen pakaian tersebut menghilangkan pemakaian bahan kimia berbahaya bagi semua produknya hingga tahun 2020.

Organisasi lingkungan itu juga menyerukan kepada China, yang merupakan produsen tekstil terbesar di dunia, untuk membantu memfasilitasi penanggalan bahan kimia dan transparansi pada industri tekstil.

(vit/vit)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit