detikhealth

Tim Universitas Brawijaya Ciptakan Pendeteksi Diabetes dengan Akurasi 100%

Muhammad Aminudin - detikHealth
Rabu, 26/02/2014 18:46 WIB
Tim Universitas Brawijaya Ciptakan Pendeteksi Diabetes dengan Akurasi 100%Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Malang, Laboratorium Bio Sains Universitas Brawijaya (UB) berhasil menciptakan alat pendeteksi atau Kit Diagnostik dini pada penyakit Diabetes Melitus (DM). Alat yang diberi nama KIT GAD65 ini disebut sebagai alat deteksi pertama di Indonesia.

Prof Aulanni'am, ketua tim peneliti, mengungkapkan KIT GAD65 ini merupakan alat paling sederhana yang memiliki tingkat sensitivitas (akurasi) 100 persen dan tingkat supersitifitas 90 persen.

"Kami sudah uji pada 130 orang dan 100 persen akurat," ucap Aulanni'am usai me-launching KIT GAD 65 di Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, Rabu (26/2/2014).

Ia menuturkan butuh waktu lama untuk menciptakan alat ini. Bersama tiga rekannya penelitian dilakukan selama 20 tahun dan menghabiskan dana sekitar Rp 3,5 miliar.

"Awalnya kami menggunakan hewan kelinci, tikus, setelah itu kita buat sel manusia melalui Bakteri E Coli," tuturnya.

Menurut dia, cara kerja alat ini cukup sederhana. Pertama mengambil sampel darah pasien yang akan di tes sebanyak 20 mikro. Darah itu lalu diteteskan pada sebuah alat pendeteksi bernama Rapid Test.

"Setelah diteteskan baru dikasih Buffer agar darahnya bergerak di Rapid Test. Setelah itu kita beri Signal Reagen agar alat ini bekerja," urainya.

Ia melanjutkan pasca tahapan diatas selesai, Rapid Test pun ditutup dan menunggu hasil selama tiga puluh menit. Pasien yang positif DM akan ditandai dengan dua garis, sedangkan yang negatif akan ditandai dengan satu garis.

"Kalau satu garis di bawah sendiri itu artinya invalid atau masih belum bisa terdeteksi," sambungnya.

Tak hanya untuk orang dewasa, alat ini dapat digunakan pada bayi yang baru lahir atau pada anak-anak. Tes pada bayi ini untuk mengetahui potensi penyakit DM pada bayi akibat riwayat gen dari orang tuanya.

"Kalau diambil darahnya langsung harus di atas 2 tahun atau bisa juga diambil darahnya dari tali pusar," tambahnya.

Rencananya KIT GAD65 ini akan diproduksi secara massal, bekerja sama dengan pihak PT Biofarma tbk. KIT GAD65 bakal dibanderol dengan harga Rp 150 ribu dan dianggap murah dibandingkan tes DM di laboratorium yang membutuhkan biaya minimal USD 150 atau sekitar Rp 1,8 juta.

Prof Djoko Soeatmaji yang merupakan penggagas alat ini mengatakan awal tercetusnya ide ini berangkat dari penelitian yang ia lakukan. Hasil observasinya menyebutkan karakteristik penyakit DM orang Indonesia tidak sama dengan luar negeri khususnya di Amerika dan Eropa.

"50 persen pasien pengidap DM tidak gemuk di sini, berbeda dengan yang ada di luar negeri," ujar Prof Djoko.

Perbedaan berat badan inilah yang membuatnya meneliti kadar insulin pada pasien DM yang berbadan gemuk dan kurus sehingga ide untuk membuat alat pendeteksi ini muncul. "Kami kemudian bersama-sama meneliti untuk membuat alat deteksi DM," tutupnya.


(vit/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit