detikhealth

Ini Sebabnya Bocah Hafidz Meninggal Meski Sukses Transplantasi Hati

Nurvita Indarini - detikHealth
Jumat, 28/03/2014 12:02 WIB
Jakarta, Muhammad Sayid Hafidz, pasien alagille syndrome, meninggal pada 24 Maret lalu. Hafidz menghembuskan napas terakhir beberapa pekan setelah tim medis sukses melakukan transplantasi hati pada dirinya. Kondisi apa yang membuat Hafidz tidak mampu bertahan?

"Tepat satu bulan Hafidz dirawat setelah berhasil dilakukan operasi transplantasi hati, namun keadaan organ tubuh Hafidz lainnya yang memang sudah bermasalah sebelumnya membuat kondisi Hafidz mengalami perburukan dalam beberapa hari terakhir ini," ujar Astri Wijayanti, Humas RS Pertamedika Sentul City, dalam keterangan tertulisnya oada detikHealth, Jumat (28/3/2014).

Ketua Tim Transplantasi Hafidz, dr Kamelia Faisal, MARS sebelumnya menyatakan berdasarkan yang disampaikan oleh dokter yang menjaga Hafidz selama ini, transplantasi hati telah berhasil dilakukan. Dilihat hasil medis seperti laboratorium, USG, dan lain-lain diketahui bahwa organ hati Hafidz telah berfungsi dengan baik. Kadar bililirubin menurun, warna kuning di kulitnya juga sudah berkurang jauh dari sebelum operasi. Tak hanya itu, gatal-gatal yang dialami Hafidz pun berkurang. BAB Hafidz juga sudah tidak berwarna seperti dempul putih, yang artinya pasca transplantasi fungsi hati sudah sangat meningkat kinerjanya.

"Secara medis operasi transplantasi ini telah berhasil, tidak ada pendarahan dan kegagalan fungsi hati, namun ternyata parasit Amoeba Hystolitica yang ditemukan di cairan paru di tubuh Hafidz bertumbuh dan menyebabkan gangguan di parunya karena adanya reaksi kontraproduktif dengan obat immunosupresan (penurun kekebalan tubuh) yang dipergunakan untuk mencegah penolakan dari hatinya yang baru," terang dr Kamelia.

Hal ini memperburuk kondisi paru-paru Hafidz yang sejak sebelum operasi sudah memberikan gambaran bronchopneumonia pada kedua paru-paru, khususnya yang sebelah kanan. Di samping itu juga terdapat permasalahan endogenous infection (infeksi endogenus) pada tubuh Hafidz yang berhubungan erat dengan buruknya faktor higienis tubuh Hafidz seperti kulitnya yang sangat kering dan penuh dengan sikatrik, serta luka akibat garukan karena gatal-gatal ditubuhnya.

Nah, hal-hal yang memperberat kondisi kesehatan Hafidz tersebut sangat berpengaruh terhadap bronchopneumonia di paru-parunya, sehingga menyulitkan Hafidz memberikan respons positif terhadap obat-obatan yang diberikan guna memperbaiki pneumonia dan membunuh amoebanya. Tak cuma itu obat yang digunakan untuk membunuh amoeba juga memiliki efek samping hepatotoxic alias berbahaya untuk organ hati.

"Hal-hal tersebut menyebabkan kesulitan bernapas pada Hafidz baik karena bertambahnya cairan di paru, maupun juga karena terganggunya Haemodinamic metabolisme di tubuh Hafidz hingga menyebabkan gagal napas dan juga pada akhirnya berakibat kepada multiple organ dysfunction" lanjut dr Kamelia.

Keadaan Hafidz mulai memburuk sejak 24 Maret 2014 sore. Semua tim dokter telah mengupayakan segala sesuatu yang terbaik untuk menyelamatkan Hafidz. Namun Hafidz menghembuskan napas terakhirnya pada 24 Maret pukul 23.45 WIB.

Jenazah Hafidz lantas dibawa ke rumah duka yang berada di lingkungan rumah sakit, dimandikan dan dirawat dengan cara Islami. Setelah itu jenazahnya dibawa pulang ke perumahan Jati Mulya, Bekasi Timur. Jenazah juga sempat disalatkan di Masjid Alhikmah di dekat rumahnya, yang dulunya merupakan tempat Hafidz setiap hari mengaji dan salat 5 waktu.

Hafidz memang telah pergi, namun kenangan akan dirinya masih terus hidup. Apalagi sangat luar biasa seorang anak yang berusia 7 tahun dapat menahan sakitnya yang bisa dibilang cukup berat itu. Perlu diketahui Hafidz sudah menjalani lebih dari 2 kali operasi jantung, mengalami berbagai masalah pada organ tubuhnya, patah tulang di 3 tempat, gatal-gatal yang dialami selama hidupnya dan yang paling berat adalah kesadaran dirinya bahwa usianya tidak akan lama. Kisah Hafidz ini diharap bisa membuka mata banyak orang bahwa memelihara semangat juang itu perlu dilakukan selama napas masih berhembus.

(vit/mer)
Artikel detikHealth juga bisa dibaca melalui aplikasi detikcom untuk Android, BlackBerry, iPhone, iPad & Windows Phone. Install sekarang!

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini




 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
Must Read close