detikhealth

Stop Sebarkan Identitas dan Foto Korban Pelecehan di JIS!

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kamis, 17/04/2014 12:14 WIB
Komnas PA menunjukkan foto pelaku pelecehan seks (dok: detikFoto)
Jakarta, Kecaman terhadap pelaku pelecehan seksual di TK JIS terus bermunculan, begitu pula simpati terhadap korban. Sayang, beberapa orang mengungkapkannya dengan cara menyebarkan identitas dan foto korban.

Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait menyesalkan beredarnya identitas anak yang menjadi korban pelecehan seksual. Menurutnya, identitas apalagi foto mereka harus dirahasiakan.

"Itu tidak boleh, identitas korban pelecehan harus dilindungi. Ada sanksi dalam UU perlindungan anak bagi yang menyebarkan," kata Arist saat dihubungi detikHealth, Kamis (17/4/2014).

Beberapa orang mengunggah foto korban pelecehan seksual di JIS ke internet, dengan komentar yang menunjukkan simpati pada korban. Bahkan, ada pula yang menyertakan identitas lain yang lebih spesifik, yakni nama panggilan korban.

Selain foto korban, foto pelaku juga banyak tersebar di jejaring sosial. Untuk foto pelaku, Komnas PA memang sengaja mempublikasikannya dalam jumpa pers di kantor Komnas Perlindungan Anak (PA) di Pasar Rebo, Jakarta Timur baru-baru ini.

Dalam jumpa pers tersebut, Arist menunjukkan foto salah seorang tersangka pelaku yang sudah ditangkap, yakni Agun. Arist juga menunjukkan foto Friska yang masih berstatus sebagai saksi karena belum cukup bukti. Keduanya merupakan petugas cleaning service di JIS dari perusahaan outsourcing ISS.


(up/ine)

Punya pengalaman diet yang menginspirasi ? Ceritakan pengalamanmu disini


Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks


Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit