detikhealth

Beredar Kabar Virus AIDS di Makanan Kalengan, BPOM: Itu Hoax

M Reza Sulaiman - detikHealth
Kamis, 05/06/2014 16:47 WIB
Beredar Kabar Virus AIDS di Makanan Kalengan, BPOM: Itu HoaxPesan yang masuk ke detikHealth
Jakarta, Beredar kabar bahwa ada virus HIV-AIDS di dalam kemasan makanan kalengan impor. Pesan yang dikirim melalui broadcast message blakberry messenger tersebut mengatakan bahwa para pekerja positif HIV-AIDS tempat makanan tersebut dibuat memasukkan darah mereka ke dalam kemasan makanan tersebut.

Lalu apakah benar seperti itu? Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), dr Roy Sparringa mengatakan bahwa berita tersebut hoax dan menyesatkan.

"Itu berita hoax. Sudah lama beredar, tidak benar dan menyesatkan. Tolong hal ini diluruskan kepada masyarakat," tutur dr Roy ketika dihubungi detikHealth, Kamis (5/6/2014).

dr Roy mengatakan bahwa BPOM tidak pernah menemukan hal-hal seperti yang disebutkan dalam pesan berantai tersebut, termasuk kandungan darah dan virus HIV. Selain itu menurut dr Roy, virus HIV tidak akan mampu bertahan hidup jika sudah keluar dari host atau tubuh manusia.

"Virus AIDS tidak bisa bertahan di luar hostnya, yakni tubuh manusia. Darah juga kalau keluar dari tubuh kan akan kering. Apalagi makanan kaleng melalui proses sterilisasi," lanjut dr Roy.

Pesan tersebut diterima detikHealth baru-baru ini. Isi pesan tersebut berbunyi:

Maaf yaa BC krn Penting ,tolong beritahukan anak2 ,suami ,isteri dan semua teman2 mu.
Perhatian ;
mulai saat ini jangan makan makanan kalengan2an, terutama buah2an, termasuk merek taiwan keluaran Thailand.
Karena di negara nya ada kira2 dua ratus orang penyakit aids kerja di pabrik kalengan ,dan mereka masukkan darah ( racun )mereka ke dalam kalengan2 itu , dan hari ini masalah tersebut telah diketahui bagian Tim Kesehatan thailand, dan kaleng2an nya tersebut telah di sita.
Contoh ; lecy ,rambutan ,lengkeng ,mangga puding ,dll.
setelah terima cepat kirim ke teman2mu semua. Agar ťίδαĸ konsumsi kalengan apapun...... Demi kesehatan.trimakasih

(up/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close