detikhealth

Banyak Ngaco Saat Kirim SMS, Tak Tahunya Gejala Stroke

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Selasa, 16/12/2014 10:04 WIB
Banyak Ngaco Saat Kirim SMS, Tak Tahunya Gejala StrokeIlustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta, Seorang perempuan mendapati pesan pendek (SMS) yang diketiknya selalu mengandung pesan aneh. Siapa sangka, kondisi tersebut merupakan gejala stroke yang diam-diam menyerang otaknya.

Para dokter menyebut fenomena ini sebagai dystextia, karena mirip dengan gangguan baca tulis pada anak yakni dyslexia. Kasus tersebut merupakan yang keempat kalinya dilaporkan dalam jurnal ilmiah BMJ Case Reports.

Pertama kali dideskripsikan di kalangan medis pada 2006, dystextia juga ditemukan pada penderita migrain. Penyebabnya, beberapa bagian otak tidak bisa berkoordinasi dengan baik yang diduga akibat serangan stroke. Namun penyebab pastinya belum diketahui.

Dystextia mirip dengan aphasia, yakni gangguan berbahasa yang juga disebabkan oleh serangan stroke. Pada aphasia, seseorang tidak mampu bicara dengan lancar, tetapi tetap bisa mendengar maupun menulis dengan baik.

Dystextia sebagai gejala stroke baru dilaporkan pada 2012 di jurnal JAMA Neurology, menyerang seorang perempuan hamil berusia 25 tahun. Pasien tersebut dilarikan ke rumah sakit oleh suaminya yang merasa aneh dengan SMS yang dikirimnya.

Di rumah sakit, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pasien tersebut mengalami stroke ringan. Dikutip dari Live Science, Selasa (16/12/2014), kondisinya bisa diatasi dengan obat pengencer darah dan akhirnya pasien bisa melahirkan dengan selamat.

Dalam pertemuan American Academy of Neuroscience tahun 2013, para dokter mengkaji kembali kasus ini. Terungkap, kasus serupa pernah terjadi pula di 2011 pada seorang pasien pria 40 tahun yang mengirim SMS kacau ke istrinya.

Dalam pemeriksaan di rumah sakit, dokter meminta pasien untuk mengetik SMS berbunyi 'The doctor needs new Blackberry'. Oleh si pasien, tertulis di SMS-nya 'Tjhe Doctor nddds a new bb'. Pasien tidak menyadari sama sekali salah ketiknya, dan hasil pemindaian otak menunjukkan bahwa pasien tersebut mengalami gejala stroke.

(up/up)


 
Foto Terkait

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit