detikhealth

Bukan Cuma Kepintaran, Panjang Pendeknya Umur juga 'Turunan' Lho

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Kamis, 20/08/2015 10:31 WIB
Bukan Cuma Kepintaran, Panjang Pendeknya Umur juga Turunan LhoFoto: Thinkstock
London, Soal kepandaian, faktor genetik memang memegang peranan yang besar. Akan tetapi tahukah Anda jika panjangnya umur juga dipengaruhi hal yang sama?

Selama ini banyak ilmuwan yang mengira bahwa panjang pendeknya umur seseorang ditentukan oleh lingkungan di sekitarnya, semisal terkait dengan gaya hidup atau pilihan makanannya. Padahal penelitian terbaru mengungkap faktanya tidaklah demikian.

Peneliti kemudian melakukan pengamatan terhadap 1.400 pasang saudara kembar yang terlibat dalam tiga studi berbeda. Ketiga studi ini berasal dari Swedia, AS dan Denmark.

Untuk mempermudah pengamatan, peneliti sengaja mengamati pasangan kembar dengan jenis kelamin yang sama. Lantas IQ atau tingkat kepandaian partisipan dan usia partisipan saat meninggal dunia dicatat.

Baca juga: Kurang Yodium, Wanita Hamil Berisiko Lahirkan Bayi dengan IQ Rendah

Hasilnya, di antara dua saudara kembar, mereka yang lebih pandai biasanya hidup lebih lama daripada saudara kembarnya yang tidak begitu pintar. Bila dirata-rata, kemungkinan munculnya fakta semacam ini mencapai 95 persen. Hanya 5 persen saja yang benar-benar terpengaruh lingkungannya.

"Mereka yang pandai bukan karena memilih gaya hidup yang sehat, tetapi karena gennya. Hanya dengan modal gen, mereka mungkin juga mendapatkan keuntungan lain dari gen tersebut, yakni tubuh yang sehat," simpul peneliti Dr Rosalind Arden seperti dikutip dari Huffington Post, Kamis (20/8/2015).

Hanya saja, lanjut Dr Arden, fakta ini hanya ia dan timnya temukan pada kembar non-identik. Bahkan 'dominasi' ini terlihat dengan jelas kendati peneliti telah membandingkan perbedaan antara pengaruh faktor genetik dan faktor lingkungan seperti kondisi tempat tinggal, sekolah, dan gizi yang diperoleh partisipan saat masih kecil.

"Tidak menutup kemungkinan bila mereka yang pandai juga lebih mudah mendapatkan posisi yang tinggi dalam pekerjaan dan mendapatkan kehidupan yang lebih sejahtera, sehingga harapan hidupnya juga jadi lebih panjang," pungkas Dr Arden.

Namun staf pengajar London School of Economics and Political Sciences itu berpendapat, mereka masih harus melakukan penggalian lebih mendalam untuk memahami proses apa yang terjadi di balik fakta ini.

Selain itu, para partisipan baru diminta peneliti untuk melaksanakan tes IQ saat usia mereka memasuki usia paruh baya. Padahal pada masa itu, skor IQ seseorang mungkin sudah menurun akibat penuaan.

Baca juga: Jangan Disepelekan, Ini Dampak Negatif Stunting Bagi Kognitif Anak (lll/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit