detikhealth

Good Sleep Setting

Jam Tidur Mirip Orang Dewasa, Tapi Pola Tidur Remaja Jauh Lebih Unik

Rahma Lillahi Sativa, Martha HD - detikHealth
Kamis, 14/01/2016 10:33 WIB
Jam Tidur Mirip Orang Dewasa, Tapi Pola Tidur Remaja Jauh Lebih UnikFoto: thinkstock
Jakarta, Meski dikatakan sebagai fase menuju dewasa, pola tidur remaja ternyata sangat berbeda dengan pola tidur orang dewasa.

Secara umum, dr Andreas Prasadja, RPSGT dari dari RS Mitra Kemayoran mengatakan remaja menghabiskan waktu untuk tidur malam sepanjang 8,5 - 9,25 jam.

"Kebanyakan orang jam tidurnya 8-9 jam, remaja juga sama. Tapi remaja cenderung baru mulai merasa mengantuk setelah jam 10-11 malam," ujarnya.

Mengapa bisa begitu? Menurut para ahli, 'kemunduran' jam tidur diakibatkan oleh perubahan hormon yang terjadi di tubuh mereka saat memasuki masa pubertas, sehingga kemudian jam tubuh remaja bekerja 2-4 jam di belakang jam tubuh orang dewasa.

Sejatinya, ini merupakan kebiasaan yang wajar, apalagi remaja biasa menghabiskan waktu itu untuk beraktivitas, seperti belajar, membaca, mengerjakan tugas atau kegiatan positif lainnya, bukannya bermain atau melakukan kegiatan tak berguna lainnya.

Persoalannya, remaja harus bangun pagi untuk berangkat sekolah. "Makanya saya bilang jam sekolah harusnya mundur karena mengganggu jam biologis remaja," kata dr Andreas atau biasa disapa dr Ade, saat berbincang dengan detikHealth.

dr Ade menambahkan idealnya, masuk sekolah adalah pada pukul 9 pagi, bukan pukul 7 pagi. Belum lagi bila si remaja tinggal di kota besar dan menghadapi kemacetan tiap berangkat sekolah, maka ia pun harus menyiasatinya dengan berangkat lebih pagi. Jam tidur mereka otomatis terpotong.

Baca juga: Bila Mulai Terlihat Kurang Tidur, Anak Bisa Dibacakan Dongeng

Tak hanya di Indonesia, isu memundurkan jam masuk sekolah juga ramai diperbincangkan di Barat. Bedanya, kebijakan ini sudah diterapkan, dan hasilnya kenakalan remaja di sana turun drastis.

Seperti halnya yang dikemukakan Dr Judith Owens dari American Academy of Pediatrics (AAP) setelah melakukan studi terkait hal ini, kurang tidur pada remaja dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan, obesitas hingga kecelakaan bermotor.

Sebuah studi dari Norwegia juga menyebutkan, 70 remaja remaja dengan pola tidur yang buruk cenderung suka melukai atau menyiksa dirinya sendiri. Bahkan 55 persen dari partisipan mengaku telah melukai dirinya lebih dari satu kali.

Sebaliknya, bila jam masuk sekolah dimundurkan, maka konsentrasi siswa akan terjaga, yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap kemampuan mereka mencerna pelajaran dan mempengaruhi nilai akademis mereka.

"Selain itu, memundurkan waktu masuk sekolah juga akan mengurangi siswa absen atau bolos sekolah karena kesiangan," ungkapnya lagi.

Baca juga: Tidur Tak Berkualitas Gara-gara Berat Badan Membengkak?

dr Ade menambahkan selain karena kondisi biologisnya, remaja masa kini juga sulit tidur awal karena gaya hidup mereka yang seolah sulit dilepaskan dari alat komunikasi seperti ponsel dan tablet.

Padahal perangkat semacam ini sudah terbukti dapat mengganggu tidur, terutama karena pancaran cahayanya yang dapat menghambat pelepasan melatonin atau hormon tidur yang bisa memicu kantuk.

Menariknya, penelitian lain dari Prancis mengungkap alasan khusus mengapa remaja seringkali kurang tidur. Selain karena remaja suka menambah waktu tidur dan menunda tidurnya seenak hati, luas sempitnya kasur dikatakan juga berpengaruh.

"Studi ini menunjukkan bahwa remaja bisa mendapat tambahan waktu tidur 31 menit jika kasurnya diubah jadi lebih besar. Dengan kasur yang lebih luas pun mereka bisa terpejam 15 detik lebih cepat," kata salah satu peneliti Dr Francois Duforez dari European Sleep Center.(lll/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit