detikhealth

Good Sleep Setting

Tidur Bareng Kucing dan Anjing Peliharaan, Yes or No?

Rahma Lillahi Sativa, Martha Heriniazwi Dianthi - detikHealth
Kamis, 14/01/2016 12:18 WIB
Tidur Bareng Kucing dan Anjing Peliharaan, Yes or No?Foto: Thinkstock
Jakarta, Bagi yang suka tidur dengan hewan peliharaan, hal ini memang bisa dikatakan menyenangkan, bahkan bikin ketagihan. Tetapi amankah ini?

"Tergantung itu. Tapi kalau nyaman ya nggak masalah," ujar dr Rimawati Tedjasukmana, SpS, RPSGT dari RS Medistra kepada detikHealth.

Di samping soal nyaman, dr Andreas Prasadja, RPSGT dari RS Mitra Kemayoran juga menyoroti ada tidaknya persamaan jam biologis antara si hewan peliharaan dan majikannya.

"Cuma kalau berbeda kan bisa ganggu kualitas tidur majikannya. Belum lagi kalau majikannya ada alergi," tegasnya dalam kesempatan terpisah.

Hal senada juga dikemukakan peneliti dari Mayo Clinic saat melakukan survei untuk melihat pengaruh keberadaan hewan peliharaan di kamar tidur pemiliknya di tahun 2013 lalu. Dari 150 orang pemilik hewan peliharaan, 15 orang mengeluh susah tidur karena peliharaannya berisiko, namun 31 orang lainnya merasa keberadaan hewan ini justru meningkatkan kualitas tidur mereka karena dapat memberikan sensasi nyaman dan hangat.

Baca juga: Bila Mulai Terlihat Kurang Tidur, Anak Bisa Dibacakan Dongeng

Yang patut diwaspadai adalah kontak fisik dengan hewan peliharaan dapat memicu penyakit kulit, terutama jika si hewan memang jamuran.

"Asal dia dijaga kebersihan dan kesehatannya, divaksinasi minimal setahun sekali ya enggak masalah. Kecuali kalau hewannya itu suka pergi keluar kan kita enggak tahu di luar rumah dia ngapain aja," kata drh Wiwiek Bagja, mantan Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI) beberapa waktu lalu.

Kontak dengan kucing atau anjing, yang notabene binatang rumahan, juga berisiko menularkan penyakit zoonosis (penyakit yang ditularkan oleh hewan).

Salah satu jenis penyakit mematikan yang pernah dilaporkan Centers for Disease Control and Prevention AS adalah meningitis atau radang selaput otak. Penyakit ini memiliki risiko kematian hingga 50 persen, kalaupun bisa sembuh masih ada risiko kerusakan saraf permanen seperti lumpuh, epilepsi atau gangguan mental.

Kasus meningitis umumnya terjadi melalui kontak cairan tubuh, terutama air liur. Contoh lainnya adalah pes (plague), yaitu penyakit yang bisa ditularkan anjing dan kucing lewat kutu yang menghinggapi tubuh mereka.

"Penularan penyakit dari binatang ke majikan ini sebenarnya sangat jarang, tetapi sangat mungkin terjadi. Penelitian ini tidak lantas untuk menakut-nakuti, tetapi menyadarkan bahwa tidur dengan hewan peliharaan selalu ada risikonya," kata salah satu peneliti, Prof Bruno Chomel dari University of California.

Terlepas dari itu, memiliki hewan peliharaan memang terbukti dapat menangkal stres dan menurunkan risiko depresi. Tetapi mungkin tidak untuk diajak tidur ya.

Baca juga: Jam Tidur Mirip Orang Dewasa, Tapi Pola Tidur Remaja Jauh Lebih Unik(lll/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit