detikhealth

Good Sleep Setting

Hanya Bisa Bangun karena Alarm, Begini Baik-Buruknya

Rahma Lillahi Sativa, Martha Heriniazwi Dianthi - detikHealth
Kamis, 14/01/2016 13:08 WIB
Hanya Bisa Bangun karena Alarm, Begini Baik-BuruknyaFoto: thinkstock
Jakarta, Tuntutan untuk bangun pagi seringkali dijadikan alasan orang memasang alarm. Padahal ini belum tentu sehat.

Pakar kesehatan tidur, dr Andreas Prasadja, RPSGT dari RS Mitra Kemayoran mengatakan alarm menyebabkan jam tidur terpotong, yang harusnya berlangsung selama 8 jam justru menjadi tidak terpenuhi.
 
"Jadi kalau tidur pakai alarm dan kurang dari 8 jam, jadinya ya kurang tidur," tegasnya saat berbincang dengan detikHealth.

Dalam kesempatan lain, dr Andreas atau biasa disapa dr Ade ini pernah menerangkan, ungkapan bahwa tidur boleh singkat asal berkualitas atau kurang tidur bisa dilunasi belakangan adalah mitos. Sebab salah satu syarat mendapat tidur berkualitas adalah dengan memastikan durasinya terpenuhi.

Bangun dengan menggunakan alarm, lanjut dr Ade, merupakan cara sederhana untuk mengetahui jika tidur seseorang kurang berkualitas.

"Bangun dengan menggunakan alarm, tanda kurangnya porsi tidur, tetapi harus bangun sehingga memasang alarm. Tidak ada istilah kebanyakan tidur. Kalau tidurnya cukup, pasti akan bangun dengan segar dan setelah itu tidak ngantuk tanpa stimulan seperti kopi, teh, rokok, cokelat," jelasnya.

Baca juga: Jam Tidur Mirip Orang Dewasa, Tapi Pola Tidur Remaja Jauh Lebih Unik

Kebiasaan lain yang dapat menurunkan kualitas tidur adalah menekan tombol snooze (tunda) pada alarm. Sudah kaget karena mendengar bunyi alarm, ketika menekan tombol ini seseorang justru akan stres dan gelisah karena tahu alarm akan berbunyi lagi beberapa waktu kemudian.

Niat untuk melanjutkan tidur pun menjadi buyar. Kalaupun terpaksa menggunakan alarm, disarankan agar alarm diatur 15 menit lebih awal dari jam bangun biasanya. Hal ini juga untuk mengantisipasi agar Anda tidak bangun dalam keadaan kaget dan terburu-buru saat mempersiapkan diri sebelum beraktivitas.

Lagipula menurut pakar, jam biologis tubuh diperkirakan butuh waktu 15-60 menit untuk benar-benar siap terbangun. Tetapi karena berbagai faktor seperti kelelahan atau tidur terlalu malam, proses ini mengalami keterlambatan, bahkan setelah alarm berbunyi. Akibatnya saat bangun, tubuh menjadi terasa tidak bugar dan terkadang pusing jika dipaksakan bangun saat itu juga.

Padahal dari penelitian yang dilakukan University of Munich di tahun 2012 mengungkap, mendengar bunyi alarm, baik dari ponsel maupun jam beker dapat meningkatkan risiko kegemukan, sama halnya hasil penelitian lain yang mengatakan kurang tidur membuat seseorang lebih cepat gemuk.

Baca juga: Tidur Bareng Kucing dan Anjing Peliharaan, Yes or No?

Kendati begitu alarm baru dikatakan berguna bila dipakai untuk membangunkan atau melatih jam biologis tubuh Anda agar bisa bangun di waktu yang sama setiap pagi, termasuk di akhir pekan. Pastikan juga Anda tidur di waktu yang sama setiap malamnya.(lll/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit