detikhealth

Apakah Anda Takut ke Dokter?

Survei: Takut dan Mahal Jadi Alasan Utama Orang Enggan ke Dokter

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 09/05/2016 08:02 WIB
Survei: Takut dan Mahal Jadi Alasan Utama Orang Enggan ke DokterFoto: thinkstock
Jakarta, Saat tak enak badan, cara mudah untuk mengatasinya adalah beristirahat atau pergi ke dokter. Tetapi ada saja orang yang enggan ke dokter, entah karena takut disuntik atau sekadar tidak merasa sakit.

Namun jawaban beragam ditemukan detikHealth lewat survei yang digelar beberapa waktu lalu. Dari survei yang melibatkan 100-an orang pembaca terungkap bahwa alasan teratas yang menghalangi seseorang untuk pergi ke dokter adalah rasa takut. Responden yang menjawab 'takut' mencapai 50 orang.

Penyebab tertinggi kedua adalah biaya periksa yang mahal, dan hal ini dikemukakan 38 responden. Bahkan seorang responden, seorang wanita berusia 27 asal Solo, mengaku trauma karena pernah di-charge dengan biaya tinggi saat memeriksakan diri ke dokter. Padahal yang bersangkutan hanya sakit flu.

"Kata teman sepupuku yang dokter, obat itu termasuk dosis tinggi dan tidak seharusnya diberikan, apalagi kalau flunya belum ada 3 hari," paparnya kepada detikHealth.

Senada dengan responden tersebut, seorang responden lain dari Jakarta mengaku takut dengan biaya yang ditagihkan, sementara yang diberikan dokter hanyalah pemeriksaan standar atau minimal.

Takut dengan biaya periksa yang mahal juga dialami responden lain asal Cepu, Jawa Tengah. Si responden menduga dirinya memiliki riwayat kanker dari keluarganya namun pada akhirnya ia enggan melakukannya sebab khawatir biaya check-up untuk memeriksakan risiko kanker bakal selangit.

Baca juga: 5 Pertanyaan yang Wajib Disampaikan Bila Menemui Dokter 

Selain kedua faktor utama di atas, hal lain yang mendorong seseorang enggan untuk mengunjungi dokter adalah tidak merasa sakit (17 orang) dan malu (6 orang). Sisanya adalah mereka yang memiliki alasan tersendiri. Di antaranya malas, merasa hanya sakit ringan dan merasa 'besok juga sembuh', sudah ketahuan penyakit yang diderita, malas antre, dan juga karena kesibukan.

Ada juga pasien yang takut ke dokter karena risiko misdiagnosis dan malapraktik yang mungkin dilakukan oleh dokter yang didatanginya. Dengan banyaknya kasus malapraktik yang dilakukan tim medis dewasa ini, tidak menutup kemungkinan alasan inilah yang sebenarnya berada di balik alasan 'takut' yang menjadi faktor teratas.

Baca juga: Tak Perlu Sungkan! Resep Dokter Terlalu Mahal, Boleh Minta Generik Kok 

Menariknya, ketika akhirnya pasien datang ke dokter, ada juga beberapa alasan yang mendasari kepergian mereka. Alasan teratas adalah karena suatu keterpaksaan, yaitu 'sakit yang tak tertahankan'. Responden yang menjawab dengan alasan ini mencapai 55 orang.

Penyebab kedua juga menarik, sebab sebagian orang akhirnya memilih ke dokter karena tak bisa mengira-ngira sendiri apa yang terjadi dengan dirinya. Untuk itu, 'penasaran dengan penyebab sakitnya' menjadi alasan tertinggi kedua yang diajukan responden yaitu dikemukakan oleh 32 responden.

Sisanya, dorongan keluarga (18 orang) menjadi faktor penting yang akhirnya memaksa seseorang mendatangi dokter. Tanpa persuasi dari keluarga, mungkin si pasien lebih memilih menahan sakit atau menunggu sampai sakitnya memang benar-benar tak tertahankan atau sudah parah.

Hal ini sesuai dengan jawaban beberapa responden yang mengaku baru ke dokter bila kondisinya sudah parah, tetapi di sisi lain ada juga yang tak ingin kondisinya memburuk. Satu responden lain mengatakan, "Karena menurut saya memang harus diselesaikan dan saya harus tahu apa yang bisa saya lakukan agar saya sembuh."

Terakhir, satu responden beralasan, ia akhirnya memutuskan ke dokter karena sakitnya tidak sembuh-sembuh setelah minum obat. Untuk kasus seperti ini, ada kecenderungan responden mengira-ngira sendiri sakitnya lalu membeli obat di apotek atau warung.(up/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit