detikhealth

Ingat! Saat Selesaikan Masalah, Anak Akan Tiru Cara yang Dipakai Orang Tuanya

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Jumat, 12/08/2016 18:06 WIB
Ingat! Saat Selesaikan Masalah, Anak Akan Tiru Cara yang Dipakai Orang TuanyaFoto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta, Masalah bisa saja dialami oleh anak ketika mereka berada di tengah masyarakat. Sebut saja ketika di sekolah atau lingkungan pergaulan, anak bisa memiliki masalah dengan teman, atau pihak sekolah seperti guru. Nah, cara anak menyelesaikan masalahnya tak lepas dari peran orang tua.

Pada dasarnya, anak akan melihat dan mencontoh apa yang ia lihat pada orang tuanya, demikian disampaikan psikolog anak dari TigaGenerasi Fathya Artha Utami, MPsi, Psikolog. Sehingga, bagaimana orang tua bereaksi ketika sang anak ada masalah, secara tak disadari sudah menjadi pelajaran yang didapat anak.

"Contohnya saat anak ditegur gurunya karena nggak mengerjakan PR. Dia lantas mengumpat gurunya. Si anak nggak akan bereaksi seperti itu kalau dia nggak pernah melihat orang tua atau orang dewasa di sekitarnya mengumpat saat ada masalah dengan orang lain," tutur Fathya saat berbincang dengan detikHealth, Jumat (12/8/2016).

Karena orang tua atau orang dewasa di sekitarnya biasa mengumpat ketika terjadi masalah, maka anak bisa berpikir bahwa mengumpat adalah cara yang benar untuk menyelesaikan masalah. Untuk itu, Fathya menekankan pentingnya peran orang tua untuk memberi contoh pada anak bagaimana baiknya bersikap untuk menyelesaikan masalah.

Baca juga: Anak Bertindak Agresif di Sekolah? Mungkin Ini Sebabnya

Beberapa waktu lalu, psikolog anak dan keluarga yang juga praktik di TigaGenerasi, Anna Surti Ariani MPsi mengatakan penting bagi orang tua mengajari anak bersifat asertif. Tindakan asertif yang bisa diajarkan pada anak, yakni ketika ia berada di sekolah dan ada teman yang menganggu atau ia mendapat kekerasan dari guru, maka anak bisa melapor pada guru lainnya.

Anak pun boleh-boleh saja marah ketika ia mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan. Tapi, dikatakan Nina anak bisa marah dengan 'hormat'. Caranya, tidak dengan melakukan pembalasan fisik tapi anak berani berkata dengan tegas bahwa dirinya tidak suka diperlakukan seperti itu.

"Anak juga perlu diajari perbedaan antara mengadu dan melapor. Ketika melapor, maka tujuannya untuk memperbaiki kesalahan atau perilaku si teman dengan bantuan orang lain. Sebaliknya, mengadu memiliki tujuan supaya teman si anak nantinya bisa dihukum, dimarahi, dan bisa disalahkan oleh orang lain," tutur Nina.

Baca juga: Ketika si Kecil Suka Memukul, Ini yang Perlu Ayah dan Ibu Pahami(rdn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close