detikhealth

Kata Pakar, Begini Perkembangan Emosi dan Sosial pada Anak Usia 1-3 Tahun

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Kamis, 29/09/2016 15:32 WIB
Kata Pakar, Begini Perkembangan Emosi dan Sosial pada Anak Usia 1-3 TahunFoto: thinkstock
Jakarta, Tak cuma kesehatan fisik, orang tua juga perlu memerhatikan perkembangan emosi dan sosial anak. Dengan begitu, anak akan mampu beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan sekitarnya.

Seperti disampaikan oleh psikolog Anna Surti Ariani, MPsi, atau yang akrab disapa Nina, ada beberapa keterampilan sosial yang perlu dikuasai oleh anak, namun masih kerap terlupakan. Beberapa di antaranya adalah mampu berteman dan bekerja sama dengan siapa saja.

"Anak juga diharapkan mampu menyelesaikan pertengkaran, punya rasa peduli dan mau sabar menunggu. Untuk anak usia 1-3 tahun, biasanya ia sudah mampu memahami dirinya perempuan atau laki-laki. Sudah bisa juga bermain bersebelahan walaupun tidak banyak bicara satu sama lain," imbuh Nina.

Baca juga: Minum Susu Saja Bisa Penuhi Nutrisi Anak yang Mogok Makan? Ini Kata Bu Dokter

Anak seusia tersebut juga sudah mulai pandai meniru, terlebih jika sedang bermain dengan teman-teman sebayanya. Jika ada teman yang mengambil balok dan membuat menara misalnya, anak yang indikator sosialnya bagus akan mengamati dan meniru hal tersebut.

"Namun mereka belum paham tentang konsep kepemilikan, jadi masih sulit berbagi. Semua barang yang dia pegang, itu dianggap miliknya. Jadi jangan diomelin kalau mainan temannya tak mau dikembalikan, dikasih tahu saja dengan cara yang baik," pesan Nina.

Anak-anak usia 1-3 tahun juga kerap menjadikan pukulan sebagai pelampiasan, tapi belum memahami bahwa memukul sampai membuat orang sakit itu apa akibatnya. Tak heran jika kemudian anak sering tiba-tiba memukul orang lain di sekitar tanpa tahu penyebabnya. Jika demikian, anak juga sebaiknya tak lantas dimarahi dengan kasar.

"Belum tentu dia sedang emosi, perkembangan sosial anak memungkinkan dia memukul, tapi belum tahu kalau itu bikin sakit. Yang pasti pada fase ini, orang tua harus mendampingi terus, tidak bisa lepas tangan. Ini karena orang tua adalah contoh pertama bagi anak untuk bersosialisasi," imbuhnya.

Baca juga: Begini Caranya Agar Anak Tak Kecanduan Gadget dan Mau Main di Luar Rumah

(ajg/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit