detikhealth

Catat, Begini Siklus Haid yang Normal

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Jumat, 21/10/2016 09:00 WIB
Catat, Begini Siklus Haid yang NormalFoto: thinkstock
Jakarta, Dalam keadaan normal, wanita akan mengalami datang bulan tiap bulannya. Hanya saja, sebenarnya bagaimanakah siklus haid yang dikatakan normal?

dr Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya mengungkapkan, haid normal terjadi antara 21 sampai 35 hari dengan variasi normal sampai 3 hari tiap siklusnya. Ia mencontohkan, misalnya siklus haid wanita bulan ini 24 hari kemudian siklus di bulan depan 27 hari, kemudian 25 hari, maka siklus ini masih dalam range normal.

"Kalau misalkan siklus bulan ini 28 hari kemudian berkutnya 21 hari, berikutnya lagi 35 hari, berarti tidak normal," kata dr Hari dalam perbincangan dengan detikHealth baru-baru ini.

Baca juga: Gemar Minum Soda, Remaja Perempuan Jadi Cepat Puber dan Rentan Kanker

Saat haid, dikatakan dr Hari jumlah darah yang dikeluarkan sekitar 20 sampai 60 cc setiap siklus. Terkait penggunaan pembalut, dr Hari mengatakan pembalut wanita mempunyai daya tampung penuh berbeda-beda mulai dari 6 cc pada pembalut berukuran kecil hingga daya tampung 15 sampai 20 cc yang berukuran besar.

Sementara, pada pembalut ukuran reguler daya tampungnya rata-rata sekitar 9 cc ukuran reguler. Sehingga, menurut dr Hari jika dalam satu siklus menstruasi wanita menghabiskan 3 sampai 7 pembalut dengan day atampung penuh, maka itu masih dianggap normal.

"Selain itu, bau darah haid normal tidak amis seperti bau ikan. Bau darah menstruasi memang khas, tetapi tidak berbau menyengat seperti bau busuk," tambah dr Hari.

Jika ditilik dari fungsi indung telur, ketika wanita mengalami siklus haid yang teratur kemungkinan terjadinya pembuahan bisa lebih besar. Namun, patut diingat bahwa faktor pria dan saluran dari vagina ke tuba falopii juga bisa memengaruhi fertilitas wanita.

Pada wanita dengan siklus menstruasi teratur, kerap kali ia dikatakan subur. Menurut dr Hari, hal tersebut dalam konteks faktor indung telur atau ovariumnya saja di mana bisa terjadi ovulasi.

Baca juga: Penyebab Anak Cepat Puber: Gangguan Hormon Hingga Pola Makan

(rdn/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit