detikhealth

Virus Flu Burung yang Landa China Disebut Lebih Ganas dan Sulit Dideteksi

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Minggu, 19/02/2017 20:00 WIB
Virus Flu Burung yang Landa China Disebut Lebih Ganas dan Sulit DideteksiIlustrasi flu burung/Foto: Thinkstock
Jakarta, Virus flu burung H7N9 yang mewabah di China diklaim lebih ganas dan lebih sulit dideteksi. Akibatnya, wabah flu burung bisa jadi lebih parah daripada yang diperkirakan.

Matthew Stone, dari bagian International Standards and Science, World Organisation for Animal Health (OIE), mengatakan virus flu burung H7N9 tergolong sulit dideteksi pada unggas. Akibatnya, peternak sulit mendeteksi apakah unggas yang mereka pelihara terinfeksi flu burung atau tidak..

"Sangat sedikit gejala yang ditunjukkan unggas saat terinfeksi H7N9. Itulah alasan mengapa banyak manusia terinfeksi dan meninggal namun laporan kasus flu burung dari peternakan jarang diterima," tutur Stone, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Korban Flu Burung Mulai Berjatuhan di China

Pada Januari 2017 lalu sebanyak 79 orang dilaporkan meninggal dunia karena virus flu burung H7N9 di China. Pemerintah setempat khawatir akan ada lebih banyak korban meninggal dan memprediksi bahwa wabah tahun ini bisa jadi yang paling buruk.

Hal itu karena jumlah korban yang meninggal pada Januari 2017 angkanya lebih tinggi hingga empat kali lipat pada bulan yang sama di tahun lainnya. Komisi Kesehatan Nasional China mencatat dari Oktober 2016 sudah ada sekitar 100 orang yang meninggal karena flu burung.

Virus H7N9 sendiri sebenarnya sulit menginfeksi manusia, namun bisa sangat fatal jika sudah terinfeksi. Hal inilah yang membedakan wabah flu burung di China dengan di Korea Selatan, di mana virus H5N6 menyebabkan kematian 26 juta unggas namun tidak ada korban manusia.

Sebagian besar kasus infeksi H7N9 diyakini terjadi di pasar. Guan Yi, direktur State Key Laboratory of Emerging Infectious Diseases and the Center of Influenza Research, University of Hong Kong, mengatakan risiko infeksi bertambah parah dengan adanya musim flu di bulan Januari hingga Februari.

"Dengan banyaknya manusia yang terinfeksi menandakan virus menyebar secara aktif. Artinya populasi unggas yang terpapar wabah flu burung juga semakin besar," tutur Yi.

Baca juga: Ada Wabah Flu Burung, Korea Selatan Jadi Krisis Pasokan Telur

(mrs/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close