detikhealth

Nasihat Psikolog Agar Tetap Kalem Ditanya Kapan Nikah Saat Lebaran

Suherni Sulaeman - detikHealth
Senin, 19/06/2017 18:37 WIB
Nasihat Psikolog Agar Tetap Kalem Ditanya Kapan Nikah Saat LebaranMasih lajang di usia mapan, pasti sering ditnya 'kapan kawin' (Foto: Thinkstock)
Jakarta, Hal yang paling ngenes untuk jomblowan dan jomblowati adalah ketika ditanya kapan nikah dan tidak tahu jawabannya. Apalagi Hari Raya Idul Fitri semakin dekat. Mungkin kebanyakan ada yang menjawab asal-asalan, sisanya memilih bungkam.

Menurut psikolog dari Tiga Generasi, Sri Juwita Kusumawardhani MPsi, atau akrab disapa Wita, apapun respons yang diberikan, justru keluarga besar sudah lebih siap dengan jawaban-jawaban lain, bahkan meski masih terlihat salah meski sudah terjawab.

Amannya seperti apa ya supaya perkara tidak menjadi panjang kali lebar? Wita memberikan beberapa jurus kepada para jomblo agar tak 'skakmat' ditanya kapan nikah saat momen kumpul keluarga. Seperti apa? Simak berikut ini:

Baca juga: Belum Menikah Juga, Tanda Nggak Laku?

1. Berikan senyuman termanis

Satu senyuman bisa memberikan banyak arti lho. Daripada buang-buang tenaga untuk meluapkan kekesalan karena didesak pertanyaan kapan nikah, berikan saja sebuah senyuman paling manis. Sambil meminta doa dari keluarga supaya jodoh semakin dekat.

"Daripada senyum kecut, lebih baik senyum manis. Bilang makasih kalau udah pada peduli sama kamu dan mohon doanya biar lebih mudah prosesnya. Nanti pas lebaran, gabungnya sama orang-orang yang enak diajak ngobrol aja, hindari grup-grup yang suka nanya atau nyinyir begitu," kata Wita.

2. Jangan mudah marah

Membuat orang-orang mengerti rasanya agak susah. Namun jangan sampai tersulut amarah pada orang-orang yang suka rempong dan ikut campur dalam kehidupan kita. Terkadang menurut Wita, mereka hanya basa-basi, artinya tidak sepenuhnya mereka peduli terhadap diri kita.

"Selama orangtua santai dan mendukung kita, ga perlu stress menghadapi tekanan dari orang lain. Intinya, jangan sampai menikah cuma buat memenuhi tuntutan dari sekitar. Omongan nyebelin bisa hilang dalam satu hari tapi pernikahan yang dimulai dengan sembarangan bisa menyusahkan untuk seumur hidup," tutur pemilik akun Twitter @ladywitts tersebut.

3. Sesekali diselingi dengan candaan

Bila Anda benar-benar sudah merasa tak nyaman karena dicecar pertanyaan kapan nikah, lebih baik respons dengan candaan. Contoh, 'Gedung sih udah di DP tante, om, tinggal nunggu calonnya dateng aja'.

Jawabannya bisa beragam sesuai dengan kreasi sendiri, intinya jangan terlalu masukkan ke dalam hati ya.




4. Latih kepercayaan diri

Untuk bisa pede, dikatakan Wita, perlu keyakinan bahwa sebenarnya jodoh akan datang dan semua akan indah pada waktunya. Karena jika tidak yakin kapan jodoh tiba, maka sulit untuk terlihat pede dalam menjawab pertanyaan horor tersebut.

"Banyak latihan di kaca juga bisa jadi salah satu cara supaya bisa melatih respons yang positif dan percaya diri," pesan Wita.

5. Usahakan perut kenyang dan emosi stabil

Sebelum bertemu dengan keluarga besar, pastikan dalam kondisi stabil, tidak sedang kelelahan ataupun kelaparan. Sebab jika demikian, saat mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan akan semakin memperparah keadaan.

6. Jawab dengan serius

Pertanyaan ini sampai kapanpun tidak akan ada habisnya di dalam kehidupan. Hadapi dengan tenang, karena menikah bukan tentang siapa cepat dia dapat. Menemukan tambatan hati tentu memerlukan proses yang cukup panjang. Jangan sampai hal ini menjadi bumerang untuk rumah tangga kelak.

"Nah, kita bilang aja on progress atau lagi proses tante, om, semua. Kan proses menemukan untuk dijadikan pasangan seumur hidup, jangan sampai nanti sembarangan milih terus malah pisah di tengah jalan," pesan Wita.

Baca juga: Takut Jadi Perawan Tua, Ini Perlunya Introspeksi

(hrn/ajg)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit