detikhealth

Hitung-hitungan Ini Buktikan Orang Jakarta 'Malas' Jalan Kaki

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jumat, 14/07/2017 17:06 WIB
Hitung-hitungan Ini Buktikan Orang Jakarta Malas Jalan KakiPenelitian di Stanford University menempatkan Indonesia sebagai negara dengan aktivitas fisik paling rendah berdasarkan rerata jumlah langkah kaki tiap hari (Foto: infografis)
Jakarta, Tidak sepenuhnya salah jika ada yang melabeli orang Jakarta 'malas' jalan kaki. Di Stasiun Cikini misalnya, sebagian calon penumpang lebih memilih loncat pagar pembatas daripada harus memutar sejauh 300 meter.

Dengan perilaku semacam itu, tidak terlalu mengherankan jika sebagian besar orang Indonesia tidak sanggup memenuhi target 10 ribu langkah tiap hari. Tidak perlu kaget pula jika obesitas dan berbagai risiko penyakit kronis yang menyertainya, mendapat perhatian khusus dari kementerian kesehatan.

Baca juga: Jadi Negara Paling Malas Jalan, Kemenkes Ajak Warga Aktif Bergerak

Sebenarnya, ada banyak faktor yang menentukan jumlah langkah kaki dalam setiap kilometer jarak yang ditempuh. Di antaranya tinggi badan, usia, jenis kelamin, postur tubuh, dan juga teknik berjalan.

Namun sebuah penelitian di American College of Sports Medicine menyebut, kurang lebih dibutuhkan 2.000 langkah untuk 1 mile atau 1.609 meter. Artinya, butuh sekitar 1,24 langkah untuk setiap meter jarak yang ditempuh.

Jarak antara pagar yang sering diloncati penumpang kereta di Stasiun Cikini, dengan pintu masuk yang seharusnya yakni di depan Universitas Bung Karno, kurang lebih 150 meter. Untuk bolak-balik, maka total jaraknya sekitar 300 meter dan kurang lebih harus ditempuh dalam 372 langkah.

Dengan meloncati pagar, maka calon penumpang hanya perlu menyeberang jalan yang lebarnya kurang lebih 5 meter atau tidak lebih dari 10 langkah. Dengan begitu, ada lebih dari 300 langkah yang dilewatkan dengan melanggar pagar pembatas.

Jarak dari pagar yang biasa dilompati calon penumpang kereta di Stasiun Cikini ke pintu masuk yang sebenarnya tidak lebih dari 150 meterJarak dari pagar yang biasa dilompati calon penumpang kereta di Stasiun Cikini ke pintu masuk yang sebenarnya tidak lebih dari 150 meter (Foto: google map)


Baca juga: Orang Indonesia Paling 'Malas' Jalan Kaki? Ternyata Ini Lho Penyebabnya

Para ilmuwan di Stanford University baru-baru ini membuat peringkat negara berdasarkan aktivitas jalan kaki, yang dihimpun dari aplikasi pencatat langkah kaki (activity tracker) di ponsel. Hasilnya, Indonesia menempati peringkat paling bawah dengan hanya 3.513 langkah per hari.

Namun untuk melabeli orang Indonesia 'malas' jalan kaki, praktisi kesehatan olahraga dr Michael Triangto, SpKO tidak sependapat. Menurutnya, ada banyak faktor yang membuat orang sulit untuk jalan kaki. Bukan semata-mata karena tidak ingin, tetapi karena kondisinya tidak selalu memungkinkan.

"Dulu saya juga pakai kendaraan umum, naik bus, metromini, kopaja. Tapi beberapa kali juga saya kecopetan. Apakah saya akan nyuruh anak saya naik kendaraan umum? Tentu tidak. Akhirnya beralih ke kendaraan pribadi," ujar dokter yang praktik di RS Mitra Kemayoran itu.

Baca juga: Yuk Nonton! Ini Bukti Video Aksi Nyata Orang Indonesia 'Malas' Jalan Kaki

Simak videonya di sini:





Sanggup berjalan lebih dari 10 ribu langkah dalam sehari? Capture data kamu di ponsel atau smartwatch, lalu upload di instagram dengan menge-tag akun @detikHealth untuk mendapatkan bingkisan menarik bagi yang beruntung!

Baca juga: Jujur-jujuran Yuk, Jalan 10 Ribu Langkah Sehari Susah Apa Gampang?

(up/ajg)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close