detikhealth

Orang-orang Seperti Ini Dianjurkan Segera Tes CMV

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 17/07/2017 19:17 WIB
Orang-orang Seperti Ini Dianjurkan Segera Tes CMVFoto: thinkstock
Jakarta, Cytomegalovirus atau lebih akrab disebut dengan CMV sebenarnya bukan virus yang berbahaya jika kekebalan tubuh orang yang 'dihinggapinya' tidak sedang buruk.

Namun pada orang-orang tertentu, skrining atau pemeriksaan risiko CMV harus dilakukan sesegera mungkin.

"Yang pertama, ibu-ibu yang sudah punya riwayat sebelumnya. Ini bisa dilihat dari anak pertamanya, artinya ada masalah di kehamilan pertamanya," ungkap dr Ludhang Pradipta Rizki, M.Biotech, SpMK saat berbincang dengan detikHealth beberapa waktu lalu.

Hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi bilamana virus tersebut masih ada di dalam tubuhnya. Ini juga berlaku untuk ibu-ibu dengan riwayat keguguran atau melahirkan bayi dengan kondisi yang tidak sempurna.

Baca juga: Rawan Menginfeksi Ibu Hamil, Begini CMV Ditularkan

Mereka juga disarankan untuk melakukan skrining CMV sebelum merencanakan hamil lagi, sebab ada kemungkinan kedua kondisi tersebut dipicu oleh infeksi virus sejenis.

"Tidak hanya CMV, tapi juga rubella, toksoplasma, tetanus. Makanya ibu yang mau hamil itu kan juga ada suntik toksin atau vaksin TT sebelum menikah, itu kan bentuk preventif," tambahnya.

Kedua, orang-orang yang memiliki faktor risiko. Misalnya orang-orang dengan riwayat atau masih menderita HIV dan mereka yang pernah menjalani transplantasi atau cangkok organ. Orang-orang ini biasanya memiliki daya tahan tubuh yang rendah sehingga riskan terjadi infeksi CMV.

Baca juga: Kalau Kondisinya Begini, Ibu Hamil Jadi Rentan Kena CMV

Tetapi perlu tidaknya pemeriksaan atau skrining ditentukan oleh penilaian dokter kandungan atau dokter anak yang sebelumnya pernah menangani kehamilan yang bermasalah akibat CMV atau infeksi sejenis.

dr Ludhang mengingatkan karena CMV bisa menetap dalam tubuh, maka kekhawatiran akan adanya reaktivasi atau munculnya infeksi CMV untuk kesekian kali juga bisa terjadi.

Hanya saja ketika sudah ada riwayat CMV, ibu-ibu tidak perlu khawatir akan terjadinya reaktivasi virus untuk kesekian kali, misal bila ingin hamil lagi. Sebab menurut dr Ludhang, secara umum yang bisa menilai ada tidaknya reaktivasi virus hanyalah dokter.

"Yang penting gini, jika ada keluhan selama kehamilan, maka segera periksalah ke dokter. Umpamanya demam, ruam, nyeri tulang, atau keluhan-keluhan yang istilahnya mengganggu sehari-hari. Nanti biar dokter yang menilai apakah ini memang hanya flu atau demam biasa atau karena faktor yang lain," pesannya.

Baca juga: Kalau Kondisinya Begini, Ibu Hamil Jadi Rentan Kena CMV

(lll/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit