detikhealth

5 Pasien Obesitas Meninggal Usai Pasang Balon di Lambung

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sabtu, 12/08/2017 16:25 WIB
5 Pasien Obesitas Meninggal Usai Pasang Balon di LambungFoto: thinkstock
Jakarta, Food and Drug Administration (FDA) mengeluarkan peringatan untuk para dokter bedah lambung. Tercatat 5 pasien obesitas dengan balon intragastrik meninggal sejak 2016.

Dalam 4 kasus di antaranya, pasien menggunakan Orbera Intragastric Balloon System buatan Apollo Endo Surgery, dan 1 kasus menggunakan ReShape Integrated Dual Balloon System dari ReShape Medical Inc. Kedua produk ini mendapat izin dari FDA pada 2015.

Kelima kasus kematian pasien terjadi dalam kurun sebulan setelah pemasangan balon. Bahkan dalam 3 kasus, kematian terjadi 1-3 hari setelah pemasangan.

Belum diketahui pasti akar penyebab kematian. Bahkan FDA juga belum bisa secara definitif mengaitkan kematian tersebut dengan pemasangan balon intragastrik sebagai penyebabnya, namun mereka mengimbau para dokter untuk memonitor dengan ketat pasiennya.

Baca juga: Makan Lebih Sedikit Bisa Bikin Lambung Menyusut?

5 Pasien Obesitas Meninggal Usai Pasang Balon di LambungFoto: FDA


Sebelumnya pada Februari 2017 FDA juga mengeluarkan peringatan serupa. Saat itu, FDA meminta para dokter mewaspadai komplikasi dari prosedur pemasangan balon, termasuk overinflating atau terlalu mengembang, yang berakibat lambung pasien penuh cairan, serta radang pankreas akut. Pada kasus tersebut, balon perlu dikeluarkan.

Pemasangan balon intragastrik berisi cairan digunakan untuk mengatasi obesitas parah. Balon tersebut mengurangi volume lambung, sehingga nafsu makan lebih terkontrol.

Baca juga: Makin Banyak Bukti Bypass Lambung Bisa Atasi Kegemukan Ekstrem

(up/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit