detikhealth

Pekerja Tak Pernah Cuti, Ini Risikonya Bagi Kesehatan Mental

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Rabu, 27/09/2017 10:02 WIB
Pekerja Tak Pernah Cuti, Ini Risikonya Bagi Kesehatan MentalTidak pernah cuti bisa berisiko adanya gangguan kesehatan mental. Foto: Thinkstock
Jakarta, Sisa berapa cuti tahunan Anda? Gunakan secepatnya dan jangan sampai hangus jika tak ingin mengalami masalah kesehatan mental ini.

Sebuah riset yang dipublikasikan di American Journal of Orthopsychiatry menyebut pekerja yang tak pernah mengambil cuti berisiko 1,45 kali lebih besar mengalami masalah mental. Masalah mental yang dialami pun beragam, mulai dari stres, insomnia, hingga cemas dan depresi.

Penelitian dilakukan oleh LeaAnne DeRigne dari Florida Atlantic University kepada 17.897 partisipan dewasa. Mereka diminta melaporkan jam kerja harian, pendapatan, jatah cuti, dan jumlah cuti yang diambil, lalu dibandingkan dengan laporan kesehatannya.

Baca juga: Sering Lemas dan Produktivitas Kerja Menurun? Bisa Jadi Tanda Depresi

"Masalah mental yang dialami pekerja mungkin terlihat sepele. Namun jika dibiarkan, hal ini bisa mengganggu kehidupan mereka, yang nantinya membuat produktivitas menurun dan merugikan perusahaan," tutur DeRigne, dikutip dari Huffington Post.

Peneliti juga menyebut pekerja tak mengambil cuti karena berbagai alasan. Tak ingin kehilangan uang harian dan stigma buruk soal pekerja yang cuti di kantor merupakan dua alasan utama mengapa pekerja enggan mengambil cuti.

Secara terpisah, dr Andri, SpKJ, FAPM dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera mengatakan stres karena pekerjaan bisa muncul kapan saja. Cara pertama untuk menghilangkan stres karena tekanan pekerjaan adalah dengan mengambil cuti.

Cuti bisa digunakan untuk pergi liburan atau istirahat di rumah bersama keluarga. Cara lainnya untuk mengurangi stres pekerja adalah perusahaan mau memberikan apresiasi terhadap karyawan yang sudah bekerja dengan giat.

"Nah, dengan memberi penghargaan, misalnya dengan lemburnya dibayar atau diberi bonus, akan membuat karyawan lebih termotivasi bekerja dan merasa dihargai. Jadinya dia nggak gampang kecewa yang jika ditambah tekanan bisa menyebabkan depresi," tutur dr Andri, kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Baca juga: 62 Persen Karyawan Pilih Cuti dan Liburan Ketika Stres karena Pekerjaan

(wdw/up)


 
Foto Terkait

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit