detikhealth

Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan

Artikel 18+

Drama Istri Menyikapi Suami yang Impotensi

Suherni Sulaeman - detikHealth
Kamis, 07/12/2017 18:21 WIB
Drama Istri Menyikapi Suami yang ImpotensiJika suami impoten dan bingung harus berbuat apa, ada baiknya untuk dikonsultasikan pada ahlinya. Foto: Getty Images
Jakarta, Mbak Wulan, saya sudah menikah selama 2 tahun. Namun setahun terakhir ini suami saya mulai mengalami apa yang disebut sebagai impotensi. Frekuensi seks kami berkurang dari biasanya 3 kali seminggu, menjadi 1 kali seminggu, hingga kini 2-3 kali saja dalam satu bulan.

Padahal saya sedang menjalani program kehamilan dan ingin segera punya anak. Bagaimana saya harus bersikap jika ingin meminta bercinta pada suami? Pengalaman saya, pernah meminta waktu itu cuma suami kesal kepada dirinya sendiri karena tidak bisa ereksi, yang akhirnya membuat mood-nya buruk dan malah marah-marah. Saya pernah kepikiran mengajak berobat ke dokter cuma tidak jadi karena takut dia tersinggung.

A (Perempuan)

Jawaban

Dear,

Berhubung seks dianggap sebagai salah satu hal yang penting bagi laki-laki, kegagalan pada satu kali hubungan seksual karena disfungsi ereksi memang bisa membuat seorang pria lebih terfokus pada hal tersebut ketimbang di saat ia tidak bermasalah. Apalagi hal ini terjadi beberapa kali dalam hubungan. Kegagalan akhirnya dianggap sebagai ancaman untuk simbol maskulinitasnya. Tidak heran memang isu ini menjadi isu sensitif untuk dibahas.

Penyebab disfungsi seksual memang bermacam-macam, mulai dari yang bersifat fisik (masalah kesehatan atau hormonal, usia, dsb), hingga masalah psikis (kelelahan, stres, trauma, dsb). Untuk mengatasinya, tentu saja penyebabnya perlu diketahui terlebih dahulu. Apalagi kejadian ini baru terjadi setahun terakhir dan tidak ada masalah sebelumnya. Pemikiran Anda untuk memeriksakan pasangan memang tepat, dan setuju bahwa hal tersebut bukanlah hal yang mudah.

Keinginan untuk memiliki anak, terkadang bisa menjadi tekanan tersendiri untuk masing-masing pasangan. Misalnya, pada Anda yang merasa untuk memiliki anak perlu untuk berhubungan seks, sementara suami merasa tertekan dan akhirnya kekhawatiran ia tidak bisa ereksi membuat kondisinya tidak semakin membaik, tetapi semakin memburuk (sudah mulai munculnya perilaku-perilaku yang menunjukkan rasa frustrasi)..

Untuk memiliki anak, kedua belah pihak tentu perlu merasa siap dan paling tidak berada dalam kondisi nyaman dalam prosesnya. Anda bisa mengajak pasangan untuk berkonsultasi, salah satunya, adalah dengan alasan ini. Terkadang tidak ada salahnya membuat seakan-akan Anda yang bermasalah dan merasa tegang dengan keinginan Anda untuk memiliki anak, sehingga membutuhkan konsultasi dengan Psikolog Perkawinan atau Psikolog Klinis Dewasa.

Bukan sesuatu yang aneh dalam konseling untuk mempersiapkan diri menjadi orangtua, suami juga dilibatkan dalam prosesnya. Biasanya, dalam proses konsultasi masing-masing pihak juga akan berbagi mengenai kekhawatiran-kekhawatiran mereka sebagai calon orangtua. Penemuan-penemuan selama proses konsultasi biasanya dapat membantu untuk mengindentifikasi juga, masalah disfungsi ereksi ini terjadi karena masalah yang sifatnya psikologis, atau memang sifatnya membutuhkan bantuan medis.

Selama belum melakukan konsultasi, coba Anda ingat-ingat kembali ada peristiwa apa selama setahun terakhir ini yang memang dapat berkontribusi terhadap masalah pada suami. Misalnya, ada perubahan peran di pekerjaan, kelelahan, kondisi perkawinan, dsb. Jadikan ini sebagai kemungkinan-kemungkinan sebagai faktor penyumbang permasalahan yang bisa dicari penyelesaiannya.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/

(hrn/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit