Selasa, 01 Nov 2016 00:00 WIB

Turunkan Risiko Terjangkit Penyakit Kronis dengan Medical Check Up

Advertorial - detikHealth
Medical Check Up untuk Seluruh Tahapan Usia
Jakarta -

Selama ini, medical check up lebih populer di kalangan orang dewasa dan orang tua, sedangkan anak-anak baru melakukan medical check up ketika memang kondisi kesehatannya memerlukan atau ketika ada gejala sakit. Padahal, medical check up sama pentingnya di setiap tahapan usia sebagai kebutuhan dasar setiap orang untuk menjaga kesehatan.

Jenis pemeriksaan yang dilakukan untuk medical check up pada setiap tahapan usia untuk bayi, batita, remaja, dewasa, dan lansia tentu saja berbeda karena pada masing-masing kelompok usia tersebut memiliki risiko penyakit yang berbeda-beda.

Pemeriksaan untuk bayi baru lahir (usia 3-5 hari), umumnya bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan bawaan, misalnya hipotiroid dan defisiensi G6PD (Kekurangan enzim G6PD) yang dapat menggangu tumbuh kembangnya kelak. Bayi hingga usia 1 tahun, pemeriksaan laboratorium yang dianjurkan adalah tes hematologi rutin untuk mendeteksi anemia yang sering ditemukan pada anak. Usia 1-3 tahun, selain pemeriksaan hematologi rutin perlu ditambahkan pemeriksaan urin rutin untuk mendeteksi infeksi saluran kemih. Anak prasekolah (usia 3-5 tahun), perlu diperiksa status nutrisinya. Anak usia sekolah perlu dicek juga kondisi saluran cerna, jika perlu ditambahkan pemeriksaan profil lipid atau lemak. Anak remaja (usia 12-18 tahun), dapat ditambahkan pemeriksaan untuk deteksi diabetes melitus dan hipertensi.

Pada usia muda (18-30 tahun), medical check up secara berkala menjadi sebuah kewajiban untuk menjaga kelangsungan dan kualitas hidup karena adanya perubahan gaya hidup orang muda, khususnya di perkotaan yang serba instan, kurang gerak, penuh persaingan, stress, dan super sibuk menyebabkan banyak kasus serangan sakit mendadak pada usia muda. Selain faktor gaya hidup, orang muda sering kali tidak menyadari bahwa dirinya memiliki riwayat keluarga yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit.

Pada usia dewasa (>30 tahun), seseorang masih aktif dan produktif tetapi risiko terjadinya penyakit semakin meningkat, apalagi bila ditambah dengan gaya hidup yang tidak sehat. Di sinilah pentingnya melakukan medical check up untuk mengetahui kualitas kesehatan secara umum, mendeteksi gangguan kesehatan sedini mungkin, dan memberikan informasi yang dibutuhkan untuk tindakan selanjutnya, serta mengetahui risiko terjadinya gangguan kesehatan pada kemudian hari.

Medical check up sudah tentu wajib dilakukan pada usia lanjut (>55 tahun) agar dapat menjalani masa tuanya dengan sehat dan bahagia. Melalui medical check up pada usia lanjut, kita dapat mendeteksi dini penyakit degenerative (penyakit yang menyertai proses penuaan), penyakit yang sering dialami pada usia lanjut seperti kelainan atau penyakit darah, gangguan atau infeksi saluran cerna, gangguan fungsi hati dan ginjal, gangguan fungsi tiroid, penyakit kardiovaskular, demensia (pikun), dan osteoporosis.

Menyadari dan berperan aktif dalam tindakan pencegahan sedari awal adalah cara bijak untuk menjaga kesehatan dan menurunkan risiko terjadinya penyakit kronis pada masa datang. Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional, manfaatkan keringanan biaya 20% untuk seluruh pemeriksaan di Laboratorium Klinik Prodia dari tanggal 1 - 3 November 2016. Kunjungi www.prodia.co.id untuk informasi lebh lanjut tentang Hari Kesehatan Nasional.

(adv/adv)