Minggu, 15 Okt 2017 00:00 WIB

UNICEF: Lebih dari 20 Ribu Anak Meninggal karena Penyakit

advertorial - detikHealth
Jakarta - United Nations Children's Fund atau UNICEF mencatat hal yang mengejutkan tentang kematian anak. Berdasarkan laporan lembaga PPB di tahun 2014-2015 ini, diketahui setidaknya 29 ribu anak di bawah umur 5 tahun meninggal setiap 21 menit sekali.

11 Juta atau sekitar 70 persen dari anak-anak tersebut meninggal karena 6 penyebab, yaitu diare, malaria, infeksi neonatal, pnemonia, preterm delivery dan kekurangan oksigen saat lahir.

Menyikapi masalah itu, sejumlah upaya pun dilakukan guna menekan angka kematian anak karena diare. Salah satunya dengan meningkatkan pemahaman kebersihan pada keluarga anak. Contoh sederhananya seperti mencuci tangan. Berdasarkan penelitian Enviromental Research and Public Health, ditemukan hanya 19% warga dunia yang mencuci tangannya dengan sabun, terutama setelah menggunakan fasilitas sanitasi.

Padahal mencuci tangan dengan sabun merupakan salah satu upaya untuk menghindari diri dari penyakit, salah satunya diare. WHO menyebut, mencuci tangan dengan sabun mengurangi 40% diare dan mengurangi 20% gangguan pencernaan.

Cuci tangan dengan sabun juga penting untuk masyarakat di Indonesia yang 20% nya memanfaatkan ladang, sungai dan pantai sebagai fasilitas sanitasi. Sebab menggunakan fasilitas sanitasi tersebut, membuat penyakit lebih mudah menyerang.

Dengan mencuci tangan dengan sabun maka ada hambatan kuman dan bakteri masuk ke dalam tubuh. Berdasarkan penelitian yang sama, sebenarnya dorongan untuk mencuci tangan sebenarnya bisa dibentuk dengan perlahan-lahan. Ditemukan bahwa untuk warga Indonesia, dorongan untuk mencuci biasanya terjadi karena sabun tersebut wangi sehingga menimbulkan ketertarikan untuk mencuci tangan.

Kemudian dari penelitian yang mengambil sampel dari tiga provinsi di Indonesia tersebut, diketahui motivasi mencuci tangan juga bisa disebabkan dari dorongan interpersonal, ketersedian sabun cuci tangan di tempat yang terlihat, dan saat merasa tangan terasa kotor.

Motivasi-motivasi tersebut tentunya bisa menjadi dasar untuk mempromosikan kebiasaan cuci tangan. Selain, itu penggunaan sabun juga bisa membuat seseorang bersemangat untuk mencuci tangan dan menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang higienis. Jika telah terbentuk kebiasaan cuci tangan dengan sabun tentu secara langsung akan berkontribusi menekan angka anak-anak yang terjangkit penyakit seperti diare.

Untuk informasi mengenai sabun cuci tangan terbaik untuk keluarga bisa dilihat di sini. (adv/adv)