Kamis, 06 Sep 2018 00:00 WIB

Hentikan Dengungan di Telinga dengan Cara Ini

Advertorial - detikHealth
Jakarta -

Tak jarang orang mengalami telinga berdengung. Suara dengungan tersebut biasanya berlangsung sekitar beberapa menit. Apabila dengungan tersebut tidak hilang, Anda mungkin mengalami masalah yang disebut tinnitus. Masalah ini biasanya dialami oleh satu dari lima orang, terutama pada pria yang berusia lebih dari 40 tahun.

Gangguan tinnitus membuat seseorang mendengar suara yang mengganggu, bahkan saat tidak ada suara di sekitar. Suara yang mengganggu tersebut dapat bervariasi. Bisa berupa dengungan yang rendah hingga dengungan yang cukup keras. Suara dengungan ini bisa saja didengar oleh salah satu telinga atau juga keduanya.

Dalam beberapa kasus, dengungan tersebut bisa sangat keras hingga penderita tidak bisa mendengar suara di sekitarnya. Dengungan ini bisa dialami sepanjang waktu atau dapat seolah datang dan pergi begitu saja, seiring dengan detang jantung atau laju pernafasan.

Ada dua jenis tinnitus, di antaranya yaitu sebagai berikut.

Tinnitus Subjektif

Jenis tinnitus ini adalah jenis yang paling umum disebabkan oleh masalah telinga bagian luar, tengah, atau dalam. Hal tersebut bisa disebabkan oleh disfungsi saraf pendengaran atau bagian otak yang menafsirkan sinyal saraf sebagai suara.

Penyebab tinnitus subjektif adalah gangguan pendengaran yang berkaitan dengan usia seseorang, paparan suara nyaring, penyumbatan kotoran telinga, atau perubahan pada struktur tulang telinga.

Tinnitus Objektif

Tinnitus objektif adalah jenis tinnitus langka yang disebabkan oleh masalah pembuluh darah, kondisi tulang telinga bagian tengah, atau kontraksi otot.

Tinnitus yang disebabkan oleh pembuluh darah disebut pulsatile tinnitus. Faktor-faktor seperti atherosclerosis (penumpukan kolesterol dalam pembuluh darah), tekanan darah tinggi, aliran darah tidak teratur, dan malformasi kapiler akan mempengaruhi sirkulasi telinga bagian dalam sehingga menyebabkan berbagai masalah, termasuk tinnitus, pusing, atau gangguan pendengaran.

Bagaimana cara untuk meningkatkan sirkulasi telinga bagian dalam? Berikut cara yang bisa dilakukan.

Lakukan Pengobatan

Konsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan. Sirkulasi ke telinga bagian dalam dapat dipengaruhi oleh cairan atau penumpukan darah. Ada beragam obat yang efektif untuk meningkatkan sirkulasi telinga bagian dalam. misalnya vasodilator, pengobatan diuretik, atau injeksi.

Ciptakan Gaya Hidup Sehat

Olahraga teratur dan makan makanan sehat merupakan faktor penting untuk menjaga pembuluh darah tetap sehat. Gaya hidup sehat juga bisa mencegah tinnitus yang terkait dengan gangguan pembuluh darah.

Konsumsi Ginkgo Biloba

Di Jerman, ekstrak ginkgo biloba secara resmi direkomendasikan sebagai pengobatan untuk tinnitus. Kesepakatan ini dibuat oleh E Foundation Jerman, otoritas utama dalam pengobatan herbal. Jika ingin mengobati tinnitus, carilah produk ginkgo biloba yang mengandung 24% ginkgo flavone glycosides dan 6% terpene lactone dengan tingkat toksin minimum asam ginkgo (kurang dari 5ppm).

Thomson Activated Ginkgo Tablet mengandung ekstra ginkgo biloba yang dapat membantu melancarkan sirkulasi darah secara tradisional. Dengan menggunakan teknologi yang dipatenkan di Jepang, Thomson Activated Ginkgo Extract dapat meningkatkan penyerapan bahan-bahan aktif.

Seperti diketahui, ginkgo biloba merupakan spesies tumbuhan yang memiliki sifat anitioksidan yang kuat, sehingga ampuh melawan radikal bebas dan menstabilkan membran.

Thomson Activated Ginkgo Extract juga aman dikonsumsi karena bebas pestisida, pewarna, pengawet, ragi, dan gula.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai Thomson Activated Ginkgo, klik di sini.


Artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Setiap transaksi yang terjadi atas pengiriman barang dan kualitas produk bukan tanggung jawab detikcom.



(adv/adv)