Senin, 14 Jun 2021 00:00 WIB

Sering Makan Rendang-Opor Ayam, Waspada Penyakit Ini Mengintai!

Advertorial - detikHealth
adv prodia
Jakarta - Makanan dengan bumbu rempah dan santan kental, seperti rendang, opor ayam, sayur labu santan punya cita rasa gurih yang meningkatkan selera makan. Terkadang, rasa nikmat dari makanan gurih yang notabene tinggi lemak membuat lupa diri hingga makan terlalu banyak.

Menyantap kudapan berlemak tinggi berisiko menyebabkan berbagai masalah bagi tubuh. Berikut ini, beberapa jenis penyakit yang umumnya terjadi karena pola makan yang kurang sehat.

1. Obesitas

Makanan berlemak dan tinggi kalori bisa membuat berat badan meningkat signifikan. Sebab, lemak yang tak dapat terserap tubuh mengendap tak bisa dibuang.

Jika dibiarkan, masalah penumpukan lemak ini akan mengarah pada obesitas. Berbagai penyakit mematikan seperti stroke, gangguan jantung, diabetes, maupun kanker bisa ditimbulkan oleh obesitas. Guna mencegah obesitas, imbangi dengan membakar kalori dengan olahraga.

2. Kolesterol

Makanan tinggi kalori yang tak terserap maksimal oleh tubuh akan meningkatkan kadar kolesterol. Salah satu solusi yang dapat dilakukan agar kolesterol berkurang, yakni kombinasikan makanan berlemak dengan sayuran segar.

3. Hipertensi

Makanan asin, bersantan, dan berlemak tinggi sudah jadi pantangan bagi penderita darah tinggi. Terlebih masakan yang dihidangkan dimasak berulang-ulang yang bisa menyebabkan lemak jenuh makin tinggi dan berpotensi meningkatkan tekanan darah.

4. Batuk dan Radang Tenggorokan

Menyantap makanan berlemak yang mengandung banyak minyak bisa menyebabkan batuk. Selain itu, santan akan memicu produksi lendir berlebih yang membuat tenggorokan terasa tidak nyaman. Lemak pada makanan bersantan turut memicu timbulnya peradangan di tenggorokan.

5. Diabetes

Mengonsumsi makanan berlemak ditambah minuman manis merupakan kenikmatan yang tak terbantahkan. Tapi, kombinasi tersebut menghadirkan risiko diabetes. Terlebih bagi orang dengan riwayat keluarga menderita diabetes, maka makanan tersebut harus dihindari.

Makanan berlemak dengan rasa gurih memang sulit ditolak. Tapi, jangan sampai makanan yang nikmat di lidah itu menjadi pemicu gangguan kesehatan.

Selain mengimbangi porsi makan dan rutin berolahraga, pastikan kondisi tubuh Anda selalu dalam keadaan prima dengan melakukan pemeriksaan kesehatan berkala.

Untuk Anda yang ingin memantau kondisi kesehatan, Prodia memberikan keringanan biaya 20% untuk paket pemeriksaan ProHealthy Mubarak dan pemeriksaan Prodia PULS Cardiac Marker selama 10 Mei hingga 30 Juni 2021.

Pemeriksaan-pemeriksaan yang ada dalam ProHealthy Mubarak terdiri dari hematologi lengkap, kolesterol total, kolesterol LDL direk, kolesterol HDL, trigliserida, GOT, GPT, glukosa puasa, asam urat, ureum, kreatinin, urine rutin, hingga HbA1c, Apo B, Hs-CRP, Cystatin C. Semua pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan untuk mengetahui kondisi darah, kolesterol, kondisi gula, asam urat, kondisi jantung, dan ginjal.

Sementara itu, Prodia PULS Cardiac Marker adalah pemeriksaan yang dapat membantu mengidentifikasi risiko seseorang terhadap serangan jantung dalam 5 tahun ke depan meskipun tanpa adanya tanda atau gejala sebelumnya.

Pemeriksaan Kesehatan ProHealthy Mubarak bertujuan agar para masyarakat yang telah berpuasa selama Ramadan dapat memastikan bahwa kondisi kesehatannya benar-benar baik saat hari raya maupun setelahnya.

Mari pantau status kesehatan Anda, untuk melengkapi kebahagiaan pada hari raya. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kontak Prodia 1500-830 atau kunjungi www.prodia.co.id. (adv/adv)