Senin, 18 Okt 2021 00:00 WIB

Waspada Kanker pada Anak, Begini Langkah Penanganan yang Tepat

Advertorial - detikHealth
adv mayapada Foto: Shutterstock
Jakarta - Kanker menjadi salah satu penyakit mematikan yang mengintai anak-anak Indonesia. Perhatian orang tua dan penanganan yang tepat dibutuhkan untuk menurunkan risiko fatalitas dari penyakit kanker pada anak.

Mengacu pada data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan tahun 2013 dan 2018, prevalensi kanker pada anak mengalami peningkatan. Pada Riskesdas 2013, prevalensi kanker pada anak usia 5-14 tahun sebesar 0,1 persen, sedangkan dari hasil Riskesdas 2018 prevalensi kanker pada rentang usia tersebut naik menjadi 0,38 persen.

Dokter Spesialis Anak Mayapada Hospital Kuningan dr Aulia Fitri, SpA(K), MKes menjelaskan kanker merupakan penyakit multifaktorial. Artinya, penyakit ini dapat disebabkan berbagai faktor, antara lain faktor genetik, terpaan radiasi, maupun infeksi virus.

"(Penyebabnya) bisa tergantung dengan jenis kankernya. Misalnya kanker limfoma itu karena infeksi virus, kemudian kanker mata itu lebih banyak genetik. Tidak ada hal (penyebab) yang pasti membuat anak mengidap kanker," ungkap dr Aulia kepada detikcom.

Ia pun menguraikan jenis kanker yang paling banyak diidap oleh anak-anak. Urutan pertama, kata dr Aulia, yakni leukimia atau kanker darah.

"Paling banyak di anak-anak itu leukimia, bisa sampai sepertiga kanker pada anak-anak itu leukimia. Yang banyak juga kanker mata namanya retinoblastoma, kemudian kanker tulang pada anak-anak remaja atau osteosarcoma, tumor otak juga bisa, kelenjar getah bening juga bisa. Walaupun kanker kelenjar getah bening biasanya pada orang dewasa ya," papar dr Aulia.

Dikatakan dr Aulia penyakit kanker pada anak sangat mungkin untuk disembuhkan. Untuk mencegah risiko fatal, dr Aulia mengatakan kepekaan dan perhatian orang tua akan kondisi anak sangat diperlukan. Orang tua mesti tanggap ketika mendapati adanya tanda-tanda kanker pada anak.

dr Aulia menerangkan tanda-tanda kanker berbeda-beda tergantung dengan jenisnya. Sebagai contoh pada pengidap leukimia, biasanya akan mengalami tanda-tanda seperti wajah pucat, adanya pendarahan gusi, hidung, atau memar-memar. Atau, jika anak memiliki benjolan yang membesar pada area tulangnya bisa diwaspadai sebagai kanker tulang.

Ketika mendapati ciri tersebut, orang tua hendaknya langsung memeriksakan kondisi anak ke rumah sakit agar dapat ditangani sesegera mungkin.

"Kanker pada anak itu bisa dibilang kita tidak bisa skrining seperti pada orang dewasa. Kalau kanker pada anak itu yang ada deteksi dini, jadi masyarakat harus lebih aware dengan tanda-tanda gejala kanker pada anak. Sehingga bisa ditangani secepat mungkin mudah-mudahan kondisinya cepat membaik," tutur dr Aulia.

Ketika sudah didapati indikasi kanker jenis tertentu pada anak, dr Aulia mengatakan tindakan awal yang diberikan yaitu pemeriksaan darah lengkap untuk memastikan kondisi kesehatan anak. Jika ditemukan kelainan yang mengarah pada kanker, maka akan dilakukan pemeriksaan sumsum tulang untuk memperoleh hasil yang lebih jelas.

"Kalau misal keluhannya itu benjolan, biasanya yang kita lakukan bisa di CT-scan atau USG dahulu, untuk memastikan apakah benjolan itu ganas atau tidak. Dari situ baru kita bisa berangkat menentukan terapi selanjutnya," jelas dr Aulia.

Pengobatan yang diberikan untuk anak pasien kanker bergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Umumnya, kata dr Aulia, tindakan yang diberikan berupa kemoterapi dan terapi radiasi.

"Kita akan melakukan staging dulu, menentukan stadiumnya dulu sampai mana, lalu kita pilih pengobatan yang paling tepatnya apa. Karena ada jenis kanker yang butuh kemoterapi saja tapi ada juga yang perlu radiasi ditambah kemoterapi, atau ada juga kanker yang tidak mempan dengan kemoterapi jadi hanya diberikan radiasi," tutur dr Aulia.

Ia menambahkan dalam perawatan anak pengidap kanker, dokter, perawat, dan seluruh staff Rumah Sakit Mayapada mengedepankan cara yang lembut untuk memberikan rasa nyaman pada anak. Mereka dibuat tenang dan nyaman selama perawatan agar tidak takut dan terhindar dari stres.

"Pastinya kita akan dukungan suportif dengan lingkungan yang mendukung. Misalnya dia harus dirawat lama, ada fasilitas yang bisa membuat anak itu tidak bosan saat perawatan, atau kita kasih obat-obatan untuk mengurangi nyerinya. Tenaga medis pun mengupayakan agar anak tidak takut untuk datang ke rumah sakit," papar dr Aulia.

Rumah Sakit Mayapada menyediakan layanan perawatan lengkap untuk masalah onkologi dari fase pencegahan, pemeriksaan, sampai dengan perawatan. Onkologis medis di Rumah Sakit Mayapada telah terlatih secara internasional, didukung oleh ahli bedah dan perawat onkologis yang menyediakan perawatan rawat inap, rawat jalan dan one-day care.

Sebagai informasi tambahan pada kuartal III 2021 ini,Mayapada Hospital akan membuka cabang di Kota Surabaya, Jawa Timur. Tepatnya, di Jalan Mayjen Sungkono No 20, Surabaya Barat.

Masyarakat Surabaya dapat mengunjungi rumah sakit tersebut untuk membawa si buah hati untuk melakukan skrining , pemeriksaan sampai dengan perawatan terkait masalah penyakit onkologi anak.

Informasi lebih lanjut mengenai perawatan onkologi di Rumah Sakit Mayapada dapat dilihat di sini. (adv/adv)