Rabu, 08 Des 2021 00:00 WIB

Olahraga Saja Tak Cukup untuk Penuhi Vitamin D, Ini Saran Ahli

Advertorial - detikHealth
adv kalbe Foto: Shutterstock
Jakarta - Sudah membaiknya penanganan COVID-19 di Indonesia, bukan berarti membuat pemenuhan vitamin berkurang, khususnya vitamin D. Sebab, kekurangan atau defisiensi vitamin D dapat mengakibatkan beberapa penyakit.

Dilansir dari Healthline, para peneliti percaya bahwa vitamin D penting untuk kesehatan tulang, otak, dan jantung. Vitamin D juga dikenal sebagai vitamin sinar matahari yang berkembang secara alami dalam tubuh sebagai respons terhadap paparan sinar matahari.

Oleh karena itu, vitamin D tidak hanya bisa didapatkan dengan berolahraga saja, tetapi tubuh butuh paparan sinar matahari yang cukup. Bahkan sebuah buku yang dikarang oleh Nikolaos E. Koundourakis and Andrew N. Margioris yang berjudul 'Vitamin D and Physical Activity' menemukan adanya laporan mengenai prevalensi vitamin D pada atlet olahraga outdoor dan indoor.

Sebuah studi yang dilakukan di Israel dengan garis lintang Incoming Solar Radiation/Insolasi, 73% dari atletnya kekurangan vitamin D. Sedangkan di Qatar, 84% pemain sepak bolanya kekurangan vitamin D. Lalu apa penyebab mereka kekurangan vitamin D padahal daerahnya punya sinar matahari yang tinggi layaknya di Indonesia dan mereka sering berolahraga di luar ruangan? Hal ini bisa saja disebabkan oleh pakaian, polusi udara, dan kegagalan untuk memenuhi asupan referensi diet untuk vitamin D.

Dilansir dari webMD, tubuh ternyata mampu untuk membuat vitamin D ketika kulit terkena sinar matahari. Sehingga ada kemungkinan seseorang kekurangan vitamin D jika terlalu lama di rumah dan kurangnya paparan sinar matahari langsung ke tubuh.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan olahraga tidak menjamin asupan vitamin D di dalam tubuh dapat terpenuhi begitu saja, bahkan untuk negara yang punya paparan sinar matahari tinggi. Ada beberapa faktor yang harus ditinjau ulang supaya tubuh bisa mendapatkan vitamin D yang cukup, salah satunya dengan memenuhi asupan vitamin D.

Seorang Asisten profesor penyakit dalam di Virginia Commonwealth University Dr. Amr Marawan mengatakan untuk menambah asupan vitamin D, dapat mencarinya dalam ikan berlemak, termasuk tuna, mackerel, dan salmon, serta kuning telur, sereal dan susu yang diperkaya, serta keju.

Beberapa sayuran hijau, seperti bayam juga merupakan sumber vitamin D yang baik. Tentu, untuk mendapatkan vitamin D dari bahan-bahan tersebut cukup rumit karena perlu dimasak terlebih dahulu. Apalagi bagi orang yang sibuk dan tidak memiliki waktu luang untuk memasaknya.

Jangan khawatir buat yang sibuk, karena dapat mengonsumsi suplemen untuk meningkatkan kadar vitamin yang penting untuk kesehatan tulang dan otak ini. Tetapi harus diperhatikan jumlah dosisnya, sebab terlalu banyak vitamin D dapat menyebabkan toksisitas dengan gejalanya antara lain muntah, mual, dan kelemahan. Karenanya ada baiknya untuk memperhatikan dosis ketika mengonsumsi suplemen vitamin D.

Jadi, mulai hidup sehat dengan tidak hanya berolahraga, tapi juga menjaga keseimbangan nutrisi tubuh dengan memastikan asupan vitamin D terpenuhi dengan baik.

adv kalbe

Foto: Kalbe

Untuk menambah asupan vitamin D Anda bisa mengonsumsi Sakatonik Activ D3-1000 yang dapat membantu penuhi asupan vitamin D sehari-hari. Sakatonik Vitamin D3-1000 dapat dengan mudah dikonsumsi, dan jadi solusi yang cepat, tepat, dan praktis untuk menambah level vitamin D di dalam tubuh.

Sakatonik Activ D3-1000 mengandung vitamin D3 (Cholecalciferol) 1000 IU atau setara dengan 25 mcg Vitamin D3, dengan begitu bisa memenuhi kebutuhan vitamin D dengan cepat. Sakatonik Activ D3-1000 bisa didapatkan di e-Commerce, apotek dan minimarket. Hidup tak perlu dibawa ribet, bikin simpel aja dengan Sakatonik D3-1000. (adv/adv)