Jumat, 21 Jun 2013 17:48 WIB

Luncurkan Gaya Hidup Sehat Remaja, NU Gandeng Pelajar se-Indonesia

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Gaya Hidup Sehat untuk Remaja Indonesia. Itulah nama program yang digagas Lembaga Kesehatan Nadhatul Ulama (LKNU). Untuk melancarkan program ini, NU menggandeng siswa-siswa di seluruh sekolah dan pesantren di Indonesia.

Program tersebut merupakan kerja sama LKNU dengan Statistical, Economic and Social Research and raining Center for Islamic Countries (SESRIC) dalam membuat program Gaya Hidup Sehat untuk Remaja Indonesia.

"Kampanye program ini akan diadakan setelah Lebaran tahun ini, dimulai dari daerah Jawa Barat dan Jawa Timur dengan sasaran murid SMP sampai SMA," jelas Sekretaris LKNU, Anggia Ermarini saat ditemui detikhealth di Kantor PBNU di Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2013).

Tujuan diadakannya program ini agar remaja memiliki keterampilan hidup. "Keterampilan hidup di sini adalah bagaimana mereka mengatur kemampuan psikososialnya," tutur Anggi.

Hidup yang terampil terdiri dari kriteria remaja bisa bernegosiasi dengan orang lain. Selain itu bertanggungjawab atas pilihannya, mengetahui perkembangan pada dirinya, serta paham akan perspektif gender.

"Diharapkan juga mereke berani berkata tidak, misalnya menolak ajakan teman untuk merokok atau having sex, karena remaja itu labil," imbuh Anggi yang mengenakan maxi dress batik dipadu kerudung berwarna biru laut itu.

Bentuk kampanye yang akan dilakukan nantinya yaitu dari tiap sekolah dan pesantren akan dipilih beberapa orang siswa untuk dijadikan leader. Mereka nantinya akan dibekali dengan pengetahuan bagaimana gaya hidup remaja yang sehat.

Para leader inilah yang akan mengingatkan teman-temannya agar membudayakan hidup sehat. Guru pun diharapkan ikut andil dalam program ini dengan tetap mengawasi anak didik mereka.

Anggi juga menuturkan para orang tua perlu menjadi orang tua yang cerdas. "Para orang tua diharapkan mengetahui pentingnya gaya hidup sehat bagi remaja. Jadilah orang tua yang bisa jadi sumber informasi bagi anak-anaknya," kata Anggi sambil tersenyum.

Bila orang tua memiliki pengetahuan yang memadai, maka anak-anak tidak perlu mencari tahu kepada orang lain mengenai hal-hal yang tidak ia ketahui. "Karena remaja itu cenderung ingin tahu banyak tentang suatu hal," tambah wanita asal Jawa Timur ini.



(vit/vit)
News Feed