Selasa, 15 Apr 2014 14:30 WIB

Ajarkan Underwear Rule Agar Anak Terhindar dari Pelecehan Seksual

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Dengan kepolosan dan kelemahannya anak kerap menjadi korban kejahatan orang dewasa. Salah satu tindak kejahatan pada anak adalah pelecehan seksual. Untuk mencegah agar anak terhindar dari pelecehan seksual, ada baiknya Anda sebagai orang tua mengajarkan underwear rule. Seperti apa?

"Mengajarkan itu (underware rule) juga penting. Yang mengajarkan tentu orang tuanya, karena institusi pertama bagi anak kan keluarganya. Nah, perlindungan bagi anak kan utamanya dari orang tuanya sendiri. Jadi perlu untuk dibekali," kata psikolog anak dan remaja, Efnie Indrianie, MPSi, saat berbincang dengan detikHealth, Selasa (15/4/2014).

Apalagi, sambung Efnie, peristiwa pelecehan seksual pada anak kerap terjadi. Yang baru-baru ini diberitakan dan menjadi perhatian publik adalah kasus pelecehan seksual yang dialami bocah usia 5 tahun yang bersekolah di TK internasional bilangan Jakarta Selatan. 3 Orang yang merupakan petugas kebersihan sekolah telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Pernah juga pelakunya guru. Jadi ini memang perlu perhatian. Untuk mengajarkan itu (underwear rule), sebaiknya dilakukan oleh orang tua, jangan hanya mengandalkan sekolah," lanjut Efnie.

Dewan Eropa gencar menggalakkan underwear rule. Maklum di Eropa terdapat data bahwa sekitar satu dari lima anak-anak menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual. Kasus ini terjadi pada anak-anak, tak peduli jenis kelaminnya, warna kulitnya, kelas sosialnya, agamanya, ataupun masanya.

Pelakunya sendiri bisa jadi orang yang telah dikenal dekat, orang asing, ataupun sesama anak-anak. Karena itu komunikasi yang baik antara orang tua dan anak patut selalu dikembangkan. Sebab dengan adanya keterbukaan, orang tua bisa tahu apa yang sedang dialami anaknya dan bisa memberikan dukungan untuk bangkit. Demikian dikutip dari situs Dewan Eropa.

Underwear rule adalah suatu bentuk komunikasi antara orang tua dan anak untuk membantu mengajarkan pada anak-anak bahwa semua hal yang
ditutupi pakaiannya, terutama yang ditutupi pakaian dalam, adalah milik mereka sendiri. Anak perlu memahami bahwa area pribadi di tubuhnya mememang benar-benar pribadi, sehingga anak tidak akan mengizinkan orang lain untuk menyentuh atau melihatnya. Jika mereka memiliki masalah atau tidak nyaman dengan tubuh atau area pribadinya, maka anak harus berbicara dengan orang dewasa yang dipercaya.

Nah, percakapan tentang underware rule ini bisa dilakukan pada saat orang tua memandikan anak atau saat memakaikan baju. Bisa juga dilakukjan pada saat orang tua mengajak anak berenang. Dengan menggunakan waktu yang tepat, maka pembicaraan semacam ini tidak akan membuat anak takut atau bingung.

(vit/up)