Kamis, 08 Mei 2014 18:45 WIB

Bisa Picu Gagal Jantung, Anak dengan PJB 'Diharamkan' Kena Diare dan Demam

- detikHealth
Foto: Ilustrasi (Thinkstock) Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta -

Risiko gagal jantung pada anak yang mengidap penyakit jantung bawaan (PJB) cukup besar jika keadaannya semakin parah. Untuk itu, tidak heran apabila orang tua sangat protektif kepada anak mereka yang terkena PJB. Hal ini dikarenakan orang tua tidak ingin aktivitas yang dilakukan anaknya malah memperparah kondisi sang buah hati.

dr Eka Guna Wijaya, SpA, dokter spesialis anak di RS Balimed Bali, mengakui bahwa memang sudah seharusnya anak yang mengidap PJB membatasi dirinya ketika ingin beraktivitas. Hal ini disebabkan, anak dengan PJB memang tidak diperbolehkan melakukan aktivitas yang berat mengingat kondisi tubuhnya yang sangat mudah lelah.

"Anak yang mempunyai PJB biasanya akan kerap kali menjongkok setiap aktivitas yang dilakukannya dan bahkan selalu mengeluh nyeri dada saat beraktivitas berat. Hal ini disebabkan karena tubuh anak tersebut memang akan selalu cepat lelah saat beraktivitas. Bahkan mereka bisa sering pingsan mendadak saat beraktivitas," tutur dokter yang akrab disapa dr Eka ini saat dihubungi detikHealth, dan ditulis pada Selasa, (6/5/2014).

Kendati demikian, dr Eka mengatakan bahwa untuk anak yang sudah mendapatkan penanganan berupa tindakan koreksi yang membuat jantungnya menjadi 100 persen normal, anak dengan PJB disebut sudah tidak akan bermasalah lagi dalam beraktivitas layaknya anak-anak 'normal' lainnya. "Untuk penderita yang jantungnya sudah dikoreksi menjadi jantung yang 100% normal, silahkan saja menjalani kehidupan layaknya orang normal lain tanpa batasan aktivitas apapun. Tapi untuk yang tidak bisa dikoreksi menjadi 100 persen normal, tetap harus memeriksakan dirinya secara berkala di dokter sehingga dokter bisa mendeteksi sejak awal apabila masalah jantung yang tersisa tersebut (akibat tidak bisa dikoreksi 100 persen -red) memberat," terangnya.

Sedangkan untuk anak yang jantungnya tidak bisa dikoreksi sama sekali, dr Eka menjelaskan bahwa sudah tentu akan ada pembatasan aktivitas fisik sehari-harinya, layaknya anak dengan PJB yang belum mendapatkan penanganan tindakan koreksi.

Disamping 'membatasi' anak dari kelelahan, dr Eka menambahkan bahwa ada hal lain yang harus dilakukan orang tua untuk mencegah risiko gagal jantung pada anak atau bayi yang mengidap PJB. dr Eka mengharuskan kepada orang tua untuk menghindari anak atau bayi yang mengidap PJB dari masalah diare, demam, dan flu. Meski diare, demam, dan flu merupakan 3 penyakit umum yang biasa terjadi pada anak, namun menurut dr Eka, 3 penyakit tersebut adalah penyakit-penyakit berbahaya apabila menyerang anak yang mengidap PJB.

"Hindari banget anak atau bayi dengan PJB, mengalami diare, demam, dan flu. Ini dikarenakan ketiga penyakit tersebut bisa semakin memicu terjadinya gagal jantung mendadak pada anak yang mengidap PJB," pungkas dr Eka.

(vit/vit)