Senin, 06 Okt 2014 16:45 WIB

Dampak Perceraian pada Anak

Begini Dampaknya Jika Orang Tua Bermusuhan Setelah Bercerai

- detikHealth
Jakarta -

Terkadang setelah pasangan suami istri bercerai, masalah tidak selesai begitu saja. Cinta yang dulu menyatukan dua manusia berubah menjadi benci. Beberapa pasangan masih bermusuhan kendati perceraian telah terjadi. Padahal pemusuhan orang tua bisa berdampak buruk pada anak.

"Sebaiknya saling menahan ego. Kalau sudah bercerai jangan terus bermusuhan. Misalnya anak tinggal dengan ibu, karena bermusuhan, ibu menjelek-jelekkan mantan suami di depan anak. Ini menumbuhkan kebencian anak pada sosok ayahnya," jelas psikolog Ratih Zulhaqqi dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Senin (6/10/2014).

"Perlu dijelaskan 'ibu dan ayah memang sudah bercerai tapi itu tetap ayah kamu'. Tidak usah didramatisir mencari kesalahan mantan pasangan," sambung perempuan berkerudung ini.

Psikolog Alzena Masykouri saat dihubungi terpisah juga menyarankan agar orang tua tidak bermusuhan setelah bercerai demi menjaga perasaan. Orang tua juga harus memahami bahwa perceraian berlaku untuk hubungan suami istri saja, bukan orag tua dengan anak.

"Mereka tetap harus mengingat bahwa mereka memiliki anak yang perlu diberikan dukungan," ucap perempuan yang akrab disapa Zena ini.

Bagaimanapun perceraian orang tua merupakan hal yang sangat berat untuk diterima anak. Nah, untuk meminimalisir dampak negatif perceraian pada psikologis anak, ada tiga hal yang bisa dilakukan yaitu:

1. Tidak mengakhiri hubungan silaturahim

"Baik pihak ayah maupun pihak ibu harus tetap menjalin silaturahim satu sama lain dan dengan anak-anaknya setelah perceraian. Baik pihak ayah maupun ibu punya hak yang sama dalam mengasuh anak," tutur Zena.

2. Membagi hak bertemu anak secara proporsional

Setelah perceraian, sebaiknya anak tidak dihalang-halangi jika ingin bertemu ayah atau ibunya. Ayah tidak boleh menghalangi anak bertemu ibunya dan begitu pula sebaliknya.

"Sebaiknya dibuat itikad baik atau perjanjian untuk mengurus anak secara seimbang dan tidak berat sebelah. Harus dipastikan juga bahwa kedua belah pihak tidak akan melanggar itikad baik tersebut," saran Zena.

3. Memenuhi kebutuhan anak

Anak tetap harus dipenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan akan kasih sayang ayah dan ibu, maupun kebutuhan kehidupannya sehari-hari. Anak sebaiknya diberikan kenyamanan oleh ayah dan ibunya agar cepat beradaptasi dengan kehidupan pasca perceraian.

(vit/up)
News Feed