Rabu, 24 Jun 2015 08:30 WIB

Trik Agar Anak Tetap Doyan Makan Sayur dan Buah Saat Sedang Belajar Puasa

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Memenuhi asupan gizi anak ketika belajar berpuasa amat penting. Untuk itu, penting bagi orang tua mencontohkan bagaimana cara puasa yang sehat, termasuk tetap memastikan anak mau mengonsumsi buah dan sayur.

Psikolog anak Vera Itabiliana K Hadiwidjojo Psi dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (UI) mengatakan saat belajar puasa, tak menutup kemungkinan anak lebih cenderung pilih-pilih makanan yang manis. Nah, menurut Vera saat berpuasa penting bagi orang tua mengalihkan supaya anak mau mengonsumsi makanan gizi seimbang, termasuk buah dan sayur.

"Tips yang bisa dilakukan. Ajarkan secara konkret, tidak usah bicara panjang lebar buah mengandung zat gizi apa saja. Lalu, perlihatkan nikmatnya makan buah," kata Vera di sela-sela Temu Media 'Lengkapi Menu Puasa Anak dengan Kiwi' bersama Zespri di Torino Osteria, Jl Gunawarman, Senopati, Jakarta Selatan, seperti ditulis pada Rabu (24/6/2015).

Kemudian, jadikan makan buah sebagai kebiasaan. Sebab, Vera menuturkan terkadang orang tua lupa menyuruh anak makan sayur dan buah tetapi di meja makan tidak ada sayur dan buah. Sehingga, harus dipastikan ada buah dan sayur di meja makan. Dalam menyajikan buah dan sayur pun jangan kesampingkan sisi kreatif.

Misalkan buah dijadikan jelly, kiwi dan anggur dibentuk seperti kura-kura, atau buah yang dibalut cokelat. Lalu, agar anak tambah semangat libatkan ia dalam proses pemilihan buah. Mulai dari pergi ke toko buah, memilih, mencuci buah, lalu menyajikan buah. Dalam proses tersebut, orang tua bisa sembari menjelaskan zat gizi yang terkandung pada buah.

Baca juga: Agar Anak Tak 'Anti' Buah dan Sayur, Kuncinya Harus Dilatih Sejak Dini

"Bagi anak yang sangat memilih makan, bisa diterapkan one bite rule yaitu saat orang tua menyiapkan buah atau sayu, anak boleh makan satu gigitan saja. Walaupun terpaksa tapi anak mau coba. Karena pada anak yang pilih-pilih makanan, dia akan susah suka buah atau sayur tanpa mencoba," kata Vera.

Perlu juga memperlihatkan pada anak dampak makan buah. Misalkan dengan mengatakan 'mama nggak merasa capek nih puasa, bisa karena makan buah nih tadi'. Orang tua pun bisa menggunakan pengaruh teman sebaya. Dengan mengundang teman anak ke rumah, dan mereka melihat temannya makan buah, anak bisa mengikuti.

Tak hanya itu, lewat cerita atau dongeng untuk anak sebelum tidur dengan menceritakan bagaimana tokoh buah dan sayur itu kuat juga bisa dijajal orang tua. Hal terpenting menurut Vera, jangan menyerah karena dikatakan Vera ada penelitian yang menyebutkan jangan menyerah memberi anak makanan baru jika belum sampai 11 kali mencoba.

"Reward juga perlu. Supaya anak ada motivasi eksternal. Karena dia belum punya motivasi internal contohnya puasa untuk menerapkan nilai agama, belum ada. Reward tidak disarankan dengan uang. Bisa dengan makanan yang unik. Sembari diberi motivasi eksternal, bangkitkan motivasi internal. Puji kalau anak hebat bisa puasa full misalnya," pungkas Vera.

Baca juga: Tak Usah Cemas Anak Ogah-ogahan Makan Sayur, Ini Trik Mengatasinya (rdn/vit)